![]() |
| Kegiatan Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang. (Dok/Istimewa). |
Program Latja tersebut merupakan bagian penting dalam proses pendidikan Akpol guna membekali para taruna dengan pengalaman nyata sebelum mengemban amanah sebagai perwira Polri di tengah masyarakat.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, latihan kerja bukan sekadar agenda rutin dalam kurikulum pendidikan. Lebih dari itu, Latja menjadi ruang pembelajaran untuk menguji sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh para taruna selama menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian.
"Latja bukan sekadar menjalankan program pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di Akademi Kepolisian ke dalam situasi tugas yang nyata di lapangan," kata AKBP Taat, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, pengalaman lapangan memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter calon pemimpin di tubuh Polri. Para taruna tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis kepolisian, tetapi juga memahami makna pengabdian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
"Pengalaman lapangan menjadi bekal penting bagi para taruna untuk memahami dinamika tugas kepolisian sekaligus menghayati peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," ujarnya.
Selama mengikuti latihan kerja, para taruna akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan operasional maupun pembinaan yang mencakup lima fungsi teknis kepolisian. Mulai dari fungsi Lalu Lintas, Reserse Kriminal, Samapta, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), hingga Pembinaan Masyarakat (Binmas).
Melalui keterlibatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai pola kerja kepolisian di tingkat kewilayahan, termasuk tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
AKBP Taat menegaskan, Polres Malang berkomitmen memberikan pendampingan dan pembelajaran secara maksimal agar seluruh taruna memperoleh pengalaman yang komprehensif selama menjalani Latja.
"Kami berharap para taruna dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang profesional dan berintegritas," katanya.
Selain memperdalam kemampuan teknis kepolisian, para taruna juga didorong memahami implementasi Program Presisi yang menjadi kebijakan Kapolri dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang modern, prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan.
"Melalui latihan kerja ini, para taruna diharapkan mampu memahami bagaimana Program Presisi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga nantinya siap menjadi perwira yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat," lanjut AKBP Taat.
Polres Malang menjadi salah satu satuan kewilayahan yang dipercaya membimbing para Taruna Akpol dalam pelaksanaan Latja Tahun 2026. Selama dua pekan ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, observasi, hingga praktik lapangan yang dipandu oleh personel pada masing-masing fungsi kepolisian.
"Kami ingin para taruna mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas kepolisian di wilayah. Dengan begitu, saat terjun sebagai perwira nanti mereka telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai," pungkas AKBP Taat.
Latihan kerja tersebut menjadi tahapan penting dalam mencetak generasi perwira Polri yang tidak hanya tangguh secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas, serta kemampuan memimpin di tengah kompleksitas tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang. (Den)


Komentar