![]() |
| Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Ghani Muklas. (Dok/Istimewa). |
Usulan itu disampaikan Abdul Ghoni setelah mengikuti rapat pembahasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2025 bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, Surabaya membutuhkan lebih banyak penanda sejarah yang tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga memiliki fungsi edukatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Sebagai Kota Pahlawan, sudah seharusnya nilai-nilai kepahlawanan diwujudkan melalui simbol-simbol yang nyata. Salah satunya dengan menghadirkan Patung Bung Karno yang memiliki nilai sejarah dan edukasi," ujar Abdul Ghoni.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai banyak daerah di Indonesia telah menghadirkan monumen maupun petilasan tokoh nasional sebagai destinasi wisata sejarah. Keberadaan ikon tersebut dinilai efektif memperkenalkan perjalanan bangsa kepada masyarakat sejak usia dini.
Ia menilai Surabaya justru memiliki alasan yang lebih kuat untuk menghadirkan monumen Bung Karno karena kota ini memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah kelahiran Sang Proklamator.
Abdul Ghoni mengungkapkan, rencana pembangunan Patung Bung Karno sebenarnya bukan gagasan baru. Program tersebut pernah dibahas pemerintah, bahkan sempat dialokasikan anggaran dan dilakukan sayembara desain. Namun hingga kini proyek tersebut belum terealisasi. Karena itu, ia berharap Pemkot Surabaya kembali mengkaji dan melanjutkan rencana yang sempat tertunda tersebut agar dapat diwujudkan dalam program pembangunan kota.
Menurutnya, lokasi yang paling tepat untuk pembangunan patung berada di kawasan rumah kelahiran Bung Karno. Selain memiliki nilai historis yang kuat, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ruang edukasi bagi masyarakat.
"Kalau ditempatkan di kawasan tempat kelahiran Bung Karno, tentu akan memberikan nilai sejarah yang lebih kuat. Masyarakat bisa mengenang perjuangan beliau sekaligus belajar sejarah secara langsung," katanya. (Red)


Komentar