|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Lia Istifhama Optimis Sudaryono Mampu Bawa BGN Semakin Profesional dan Berdampak Luas

Kamis, 23 Juli 2026 | 10.38 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat bersama Wamentan Sudaryono dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Rabu (22/7/2026). Sudaryono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dipercaya menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.


Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia menilai pengalaman panjang Sudaryono di dunia profesional, organisasi, politik, hingga pemerintahan menjadi modal penting untuk memimpin lembaga yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Terlebih, BGN merupakan salah satu lembaga yang menjalankan program prioritas Presiden Prabowo.


"Saya mengucapkan selamat kepada Mas Sudaryono atas amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. BGN memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena menyangkut pemenuhan gizi masyarakat dan masa depan generasi bangsa. Saya optimistis pengalaman dan kapasitas yang beliau miliki dapat membawa BGN semakin profesional, kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," ujar Ning Lia.


Menurutnya, pengalaman Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian memiliki keterkaitan erat dengan tugas barunya di BGN. Sebab, pemenuhan gizi tidak dapat dipisahkan dari ketahanan pangan, ketersediaan bahan pangan berkualitas, keberlanjutan produksi, hingga kesejahteraan petani sebagai bagian penting dalam ekosistem pangan nasional.


Selama memimpin di sektor pertanian, Sudaryono dikenal sebagai teknokrat sekaligus politikus yang konsisten mendorong hilirisasi komoditas pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, seperti sawit, kakao, dan kopi.


Bagi Ning Lia, semangat hilirisasi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat keterhubungan antara kebijakan pangan, program pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


"Pemenuhan gizi dan ketahanan pangan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, pengalaman Mas Sudaryono dalam mengawal sektor pertanian tentu menjadi bekal yang sangat relevan. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, BGN mampu membangun ekosistem program gizi yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir," katanya.


Ia juga berharap kepemimpinan Sudaryono mampu membuka ruang yang lebih luas bagi keterlibatan petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, koperasi, hingga pelaku UMKM dalam rantai pasok program pemenuhan gizi nasional.


Menurut Ning Lia, besarnya skala program gizi nasional seharusnya tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian di berbagai daerah melalui terciptanya efek berganda (multiplier effect).


"Program gizi nasional memiliki mata rantai ekonomi yang sangat besar. Ada petani yang menghasilkan bahan pangan, peternak, nelayan, pedagang hingga UMKM yang mengolah dan mendistribusikannya. Kalau ekosistem ini dikelola dengan baik, manfaat program akan semakin luas karena selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, juga mampu menggerakkan ekonomi rakyat," tuturnya.


Senator asal Jawa Timur tersebut juga mendorong agar potensi pangan lokal semakin dioptimalkan dalam pelaksanaan berbagai program BGN. Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman sumber pangan yang dapat disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing daerah.


"Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang luar biasa. Saya berharap BGN semakin mendorong pemanfaatan produk-produk lokal sesuai potensi masing-masing daerah. Ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi hasil produksi masyarakat," ujarnya.


Selain itu, Ning Lia menekankan pentingnya tata kelola, pengawasan, dan koordinasi yang kuat dalam menjalankan program berskala nasional. Ia berharap Sudaryono dapat memperkuat BGN sebagai lembaga yang profesional, transparan, akuntabel, serta memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran.


"Kepercayaan masyarakat harus menjadi fondasi utama. Karena itu, tata kelola dan pengawasan harus terus diperkuat. Program gizi nasional harus dipastikan berjalan dengan kualitas yang baik, aman, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.


Ia juga berharap Sudaryono mampu memperkuat sinergi BGN dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, persoalan gizi merupakan isu lintas sektor yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.


"BGN mengemban misi besar untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang solid dari pusat hingga daerah. Saya berharap Mas Sudaryono mampu membangun sinergi tersebut dan membawa BGN semakin kuat dalam menjalankan amanahnya," kata Ning Lia.


Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Dikutip dari laman pribadinya, Sudaryono lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Ia merupakan anak semata wayang pasangan Yahyo dan Suwarni, dengan ayah yang berprofesi sebagai petani.


Latar belakang tersebut membentuk kedekatan Sudaryono dengan kehidupan masyarakat pedesaan dan sektor pertanian. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di National Defense Academy of Japan melalui program beasiswa pada 2004 hingga 2009.


Usai menyelesaikan pendidikan, Sudaryono meniti karier di dunia profesional. Ia pernah menjabat Corporate Secretary Nusantara Energy pada 2014, kemudian dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. Selanjutnya, ia menjabat CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019 dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.


Di bidang organisasi, sejak 2021 Sudaryono dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Ia juga mengemban sejumlah posisi strategis di berbagai organisasi dan perusahaan.


Karier politiknya terus berkembang setelah dipercaya memimpin DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Pada Juli 2024, ia dilantik Presiden RI ke-7 Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Pertanian menggantikan Harvick Hasnul Qolbi.


Kepercayaan itu berlanjut pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 21 Oktober 2024, Sudaryono kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam Kabinet Merah Putih, sebelum akhirnya dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional. (Red) 

Bagikan:

Komentar