![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat serap aspirasi di Prigen, Kabupaten Pasuruan.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyerap langsung pandangan dan aspirasi masyarakat, termasuk warga Rungkut, Surabaya, serta masyarakat Prigen dan Kabupaten Pasuruan terkait arah pembangunan yang berkelanjutan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Prof. KH. Dr. Muhibbin Zuhri, M.Ag., KH. Mukarrom Arief Ibrahim, Marjiin Syam, dan Abdul Mujib HU.
Dalam paparannya, Lia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik semata. Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, pembangunan nasional memiliki tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, proses tersebut harus dijalankan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga hasil pembangunan tetap dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Menurut Lia, pembangunan berwawasan lingkungan menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kemajuan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan lingkungan memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, termasuk dalam aspek kualitas tata ruang yang membutuhkan perhatian dan tanggung jawab bersama.
Lia menilai, penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembangunan nasional. Sebab, kebijakan yang tepat hanya dapat lahir dari pemahaman terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
"Pembangunan nasional harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga harus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan tidak berjalan secara parsial," ujar Lia.
Ia menambahkan, pembangunan berwawasan lingkungan bukan berarti menghambat kemajuan. Sebaliknya, prinsip tersebut harus menjadi fondasi agar pembangunan berlangsung lebih terencana, adil, dan berkelanjutan.
"Ketika lingkungan dijaga, maka masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya. Karena itu, pembangunan harus memperhatikan keseimbangan antara kemajuan ekonomi," lanjutnya.
Karena itu, Lia mendorong penguatan edukasi dan partisipasi publik dalam setiap proses pembangunan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga harus diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, Lia berharap suara masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan nasional. Ia menilai, pembangunan yang benar-benar berkelanjutan adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa mengabaikan kepentingan lingkungan serta masa depan generasi penerus. (Red)


Komentar