|
Menu Close Menu

Ribuan Jamaah Padati Ansor Sumenep Bersholawat, Perkuat Kaderisasi dan Ukhuwah Nahdliyin

Senin, 20 Juli 2026 | 14.48 WIB

Kegiatan Ansor Sumenep Bersholawat di depan Pendopo Keraton Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep– Ribuan jamaah yang terdiri atas kader, santri, badan otonom (Banom), lembaga Nahdlatul Ulama (NU), Nahdliyin, dan masyarakat umum memadati kegiatan Ansor Sumenep Bersholawat. Kegiatan yang digelar Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep itu dipusatkan di depan Pendopo Keraton Sumenep, Ahad (19/07/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi kader melalui lantunan sholawat yang diikuti ribuan jamaah dengan penuh khidmat.

Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH Qumri Rahman, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan spiritual sekaligus konsolidasi kader Ansor dalam melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama.


Menurutnya, kader Ansor memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus NU sehingga proses kaderisasi harus terus diperkuat agar organisasi tetap kokoh menghadapi tantangan zaman.


"Kader-kader Ansor adalah peta navigator NU di masa depan. Jika Ansor masih eksis, insyaallah NU Sumenep akan tetap kuat," katanya.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H Musaffa Safril, menegaskan bahwa kegiatan bersholawat memiliki makna yang sangat penting, baik dari sisi spiritual maupun psikologis.


Menurutnya, selain menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, sejumlah kajian juga menyebutkan bahwa sholawat dapat memberikan efek positif bagi ketenangan dan penyegaran pikiran.


"Kegiatan sholawatan ini sangat penting. Selain memuji Baginda Nabi, ada beberapa teori yang menyebut sholawat juga memiliki efek penyegaran otak," ujarnya.


Safril menambahkan, sholawat merupakan salah satu cara terbaik merawat jam'iyah Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.


Menurutnya, nasionalisme tidak selalu dibangun melalui pidato yang berapi-api, tetapi juga dapat tumbuh melalui lantunan sholawat, khususnya Sholawat An-Nahdliyah, yang mampu menenangkan hati dan mempererat persatuan.


"Cara kita merawat NU dan Ansor adalah dengan bersholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Nasionalisme tidak hanya dibentuk dari pidato yang menggebu-gebu, tetapi juga dapat dibentuk dengan bersholawat, apalagi membaca Sholawat An-Nahdliyah. Ini bagian dari cara menenangkan hati kita," ungkapnya.


Di akhir sambutannya, Safril mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga tali silaturahmi sebagai ikhtiar meraih keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.


"Insyaallah silaturahim yang kita lakukan pada malam hari ini akan membawa berkah dan diridhai oleh Allah SWT," terangnya.


Pada kesempatan yang sama, KH Ahmad Kafabihi Mahrus yang menjadi penceramah mengajak seluruh kader Ansor agar terus aktif berorganisasi dan mengikuti proses kaderisasi.


Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) PW GP Ansor Jawa Timur itu menilai organisasi merupakan wadah penting untuk membangun kualitas diri, memperkuat ukhuwah, sekaligus menyiapkan kader-kader terbaik bagi Nahdlatul Ulama.


"Harapan kami, kader-kader dari Sumenep ke depan dapat menjadi kader terbaik Nahdlatul Ulama," ujarnya.


Ia menjelaskan, Islam mengajarkan umatnya untuk hidup dalam kebersamaan dan memiliki komunitas yang baik sebagai sarana memperkuat persaudaraan.


"Banyak yang bertanya apakah perlu menjadi kader terbaik Nahdlatul Ulama. Dalam hadits, Kanjeng Nabi mengajarkan agar kita memiliki komunitas. Jangan sampai kita tercerai-berai dan tidak memiliki komunitas," katanya.


Menurutnya, berorganisasi merupakan salah satu ikhtiar menjaga ukhuwah sekaligus menjauhkan diri dari berbagai pengaruh negatif.


"Syetan itu senang kepada orang yang menyendiri. Karena itu, jangan sampai kita enggan berorganisasi atau mengikuti kaderisasi. Semakin banyak teman dalam kebaikan, semakin jauh pula godaan itu," pungkasnya. (Yud) 

Bagikan:

Komentar