|
Menu Close Menu

Hari Anak Nasional, Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Orang Tua Bangun Lingkungan Ramah Anak

Kamis, 23 Juli 2026 | 13.11 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengajak seluruh orang tua menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter anak sekaligus membangun lingkungan sosial yang ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.


Menurutnya, masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh kualitas pengasuhan di lingkungan keluarga serta dukungan masyarakat yang sehat dan positif.


Lia menjelaskan, dalam perspektif teori sosial, anak merupakan human capital atau modal manusia yang harus dipersiapkan secara optimal melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan penanaman nilai-nilai kehidupan sejak dini. Selain itu, anak juga memiliki nilai psikologis sebagai sumber kebahagiaan keluarga sekaligus harapan orang tua di masa depan.


"Anak bukan hanya investasi masa depan, tetapi juga amanah yang harus dijaga. Keberhasilan mendidik anak menjadi cerminan kualitas orang tua dalam menjalankan tanggung jawabnya," ujar Lia, Kamis (23/7/2026).


Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menambahkan, ajaran Islam telah memberikan pedoman mengenai kewajiban orang tua terhadap anak, mulai dari memberikan nama yang baik, membekali ilmu pengetahuan, hingga mengantarkan mereka memasuki kehidupan berkeluarga ketika telah cukup usia.


Menurutnya, setiap persoalan yang menimpa anak seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi orang tua. Sebab, pendidikan di lingkungan keluarga dan kondisi sosial di sekitar anak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter generasi muda.


Lia juga menyoroti pentingnya modal sosial yang dimiliki orang tua. Ia menilai, anak akan lebih mudah tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aman, dan percaya diri apabila orang tua mampu membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.


Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang setiap anak sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya anak kandung masing-masing.


"Kita harus menjadi orang tua bagi anak-anak di sekitar kita. Menjaga kebahagiaan, keamanan, dan masa depan mereka adalah tanggung jawab bersama. Ketika seluruh anak tumbuh di lingkungan yang sehat, damai, dan penuh keceriaan, maka anak-anak kita sendiri juga akan menikmati lingkungan yang aman dan positif," tegasnya.


Lia berharap semangat Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai peringatan seremonial semata, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menghadirkan lingkungan yang ramah anak. Dengan demikian, akan lahir generasi Indonesia yang berkarakter, berkualitas, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan. (Red) 

Bagikan:

Komentar