|
Menu Close Menu

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur: Gaza Menguji Nurani Dunia, PBB Harus Reformasi Total atau Kehilangan Legitimasi

Rabu, 22 Juli 2026 | 07.46 WIB

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa' Safril. (Sok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Ketua PimpinaWilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Menurutnya, tragedi tersebut telah menjadi ujian terbesar bagi moralitas dunia dan efektivitas lembaga internasional dalam menjalankan mandat menjaga perdamaian serta melindungi kemanusiaan.


"Gaza menjadi cermin kegagalan moral dunia. Ketika ribuan warga sipil kehilangan nyawa, keluarga tercerai-berai, dan kehidupan dihancurkan oleh konflik berkepanjangan, komunitas internasional tidak boleh berlindung di balik kepentingan politik dan kalkulasi geopolitik," ujar Musaffa.


Ia menegaskan bahwa kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan negara maupun kepentingan politik global. Setiap warga sipil yang menjadi korban konflik adalah tragedi yang harus dipertanggungjawabkan oleh dunia internasional.


"Dunia tidak boleh kehilangan nurani. Tidak boleh ada standar ganda dalam membela kemanusiaan. Ketika hukum internasional hanya berlaku bagi sebagian pihak dan tidak mampu melindungi korban yang tidak berdaya, maka legitimasi sistem global sedang dipertaruhkan," tegasnya.


Menurut Musaffa, tragedi Gaza juga menjadi momentum untuk mengevaluasi secara mendasar peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lembaga yang dibentuk dengan cita-cita menjaga perdamaian dunia harus menunjukkan keberanian moral dan tidak boleh terjebak dalam kepentingan politik negara-negara besar.


"Hapus hak veto, wujudkan persamaan kedaulatan negara. PBB harus kembali kepada tujuan awalnya: menjadi penjaga perdamaian dan pelindung kemanusiaan, bukan menjadi ruang kompromi politik yang membuat penderitaan manusia terus berlangsung," katanya.


Ia menyatakan bahwa apabila PBB tidak mampu menjalankan fungsi utamanya, dunia berhak menuntut perubahan besar terhadap sistem tersebut.


"Jika PBB tidak lagi jelas menjalankan fungsinya dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan, maka masyarakat dunia berhak mempertanyakan kembali keberadaannya. Sebuah lembaga internasional harus memiliki keberanian untuk membela kemanusiaan. Jika tidak, maka reformasi total, bahkan pembentukan tata kelola dunia yang baru, harus menjadi pilihan yang terbuka," ujar Musaffa.


Ia menambahkan bahwa sejarah akan mencatat bagaimana dunia merespons tragedi Gaza.


"Sejarah tidak hanya mencatat siapa yang melakukan kekerasan, tetapi juga mencatat siapa yang memilih diam ketika kemanusiaan sedang diuji. Kemanusiaan harus berada di atas segala kepentingan negara," pungkasnya.


PW GP Ansor Jawa Timur menyerukan agar komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk menghentikan penderitaan warga sipil, memastikan bantuan kemanusiaan berjalan tanpa hambatan, serta membangun sistem global yang lebih adil, demokratis, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. (Red) 

Bagikan:

Komentar