|
Menu Close Menu

Anas Urbaningrum Soroti Penurunan Kepuasan Publik Pemerintahan Prabowo, Sodorkan 5 Solusi Strategis

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13.46 WIB

JAKARTA, lensajatim.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Anas menilai kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena terjadi saat masa jabatan pemerintah belum genap berjalan dua tahun, padahal dimulai dengan modal dukungan publik yang sangat tinggi.


Pernyataan tersebut disampaikan Anas melalui akun X pribadinya setelah mencermati berbagai hasil survei, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum dirilis secara luas ke masyarakat.


"Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan," tulis Anas, dikutip Jumat (31/7/2026).


Meskipun demikian, Anas optimistis tingkat kepuasan publik dapat dipulihkan kembali. Mantan Ketua Umum Demokrat itu menyodorkan lima langkah perbaikan strategis yang harus segera ditempuh oleh pemerintah:


Fokus Janji Kampanye: Pemerintah diminta memprioritaskan janji politik yang eksplisit dan menghentikan pembuatan program baru yang bersifat dadakan (ad hoc) di tengah keterbatasan anggaran.


Konsolidasi Kabinet: Anas meminta Presiden menyatukan irama kerja para menterinya serta menghilangkan kesan adanya perlakuan istimewa terhadap personel tertentu di dalam kabinet.


Benahi Komunikasi: Pemerintah disarankan lebih aktif memproduksi isu strategis dan menetapkan agenda ke publik, ketimbang sibuk mengklarifikasi kontroversi.


Utamakan Kebutuhan Rakyat: Kinerja pada sektor-sektor vital seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, pelayanan publik, dan keamanan harus segera digenjot.


Rampingkan Postur Kabinet: Anas menyarankan efisiensi kabinet agar tidak terlalu gemuk, guna menghindari ketimpangan ritme kerja antara Presiden dan para pembantunya.


Menutup pernyataannya, Anas menegaskan bahwa publik menaruh harapan besar pada pembenahan internal pemerintah, yang nantinya diharapkan akan langsung tercermin pada membaiknya angka kepuasan masyarakat.(Mhal) 

Bagikan:

Komentar