|
Menu Close Menu

Gerakan Sekolah Minim Sampah, SMPN 5 Jember Wajibkan Siswa Bawa Tumbler

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21.44 WIB



Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Jember, Raden Achmad Djauhari saat memberikan arahan terkait program Adiwiyata.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id,Jember – SMP Negeri 5 Jember terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dengan menerapkan kebijakan bebas plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah nyata sekolah untuk mengurangi produksi sampah plastik sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani persoalan sampah.


Kebijakan tersebut diterapkan melalui sejumlah langkah konkret, salah satunya dengan mewajibkan seluruh siswa membawa tumbler atau botol minum dari rumah.


Kepala SMPN 5 Jember, Raden Achmad Djauhari, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan sekaligus menekan timbulan sampah plastik di lingkungan sekolah.


“Kami sudah menyediakan galon di masing-masing kelas, jadi siswa tidak perlu membeli air kemasan karena sudah membawa tumbler dan tinggal diisi di kelas masing-masing,” jelas Raden Achmad Djauhari, Sabtu (8/8/2026).


Menurutnya, penyediaan galon di setiap kelas menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kebiasaan baru di kalangan siswa. Dengan membawa tumbler, siswa tidak lagi bergantung pada minuman dalam kemasan sekali pakai.


Upaya mengurangi sampah plastik tidak hanya diberlakukan kepada siswa. SMPN 5 Jember juga menerapkan kebijakan serupa kepada kantin-kantin yang berada di lingkungan sekolah.


Pihak sekolah mendorong pengelola kantin untuk mengurangi bahkan menghindari penggunaan bahan-bahan sekali pakai yang berpotensi menambah timbulan sampah plastik.


Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih sekaligus membangun budaya peduli lingkungan secara menyeluruh.


"Kebijakan bebas plastik sekali pakai ini juga menjadi bagian dari edukasi lingkungan kepada siswa. Sekolah ingin kebiasaan mengurangi sampah tidak hanya dilakukan ketika berada di sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," Jelas Djauhari.


Menurut Djauhari, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Membawa tumbler dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan siswa sejak dini.


"Langkah ini diharapkan ikut berkontribusi dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengurangi persoalan sampah sekaligus membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan," tandasnya. (Eko) 

Bagikan:

Komentar