|
Menu Close Menu

Majelis Shalawat Tangga Seribu Pamekasan: Maulid Nabi Jadi Momentum Memetik Hikmah dan Mengharap Syafaat

Selasa, 25 Agustus 2026 | 09.05 WIB

Pimpinan Majelis Shalawat Tangga Seribu, Andi Ali Syahbana (tengah) menadahkan tangan sembari berharap syafaat Nabi Muhammad SAW.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Pamekasan– Suasana khusyuk menyelimuti jemaah saat melantunkan bait-bait pujian kepada Rasulullah SAW. Nuansa penuh ketakziman itu terasa ketika Majelis Shalawat Tangga Seribu menggelar kegiatan rutin setiap Senin malam.


Majelis Shalawat Tangga Seribu di Pamekasan secara rutin mengadakan kegiatan shalawatan, tahlil, dan pengajian. Kegiatan tersebut berpusat di kediaman pendirinya, Andi Ali Syahbana, di Jalan Basar, Kampung Sobih, Kelurahan Bugih, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan.


Di tengah momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ribuan doa dan harapan terpancar dari wajah-wajah jemaah yang merindukan sosok teladan agung umat manusia.


Pimpinan Majelis Shalawat Tangga Seribu, Andi Ali Syahbana, menyampaikan ketakziman mendalam atas momentum berharga tersebut.


Dalam suasana yang penuh keberkahan, ia mengajak seluruh umat untuk merenungi kembali perjalanan hidup dan ajaran Sang Nabi.


"Aku menadah tangan, agar semua sendi dan nadi di seluruh tubuhku berharap mengalir syafaatmu, ya Rasulullah," tutur Andi Ali Syahbana penuh keharuan, Senin malam (24/8/2026).


Bagi Majelis Tangga Seribu, Maulid Nabi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual untuk menyegarkan kembali iman dan kecintaan kepada Sang Kekasih Allah.


Setiap bait shalawat yang dilantunkan diharapkan mampu meresap ke dalam sanubari, menghidupkan kecintaan yang tak pernah padam kepada Rasulullah SAW.


Lebih lanjut, Andi Ali Syahbana berharap peringatan kelahiran Nabi ini dapat membawa transformasi positif bagi kehidupan sehari-hari setiap individu.


"Semoga cahaya Rasulullah senantiasa menerangi hati kita, memberikan kebijaksanaan dan kedamaian dalam hidup," ujarnya.


Melalui hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, pesan kedamaian dan keteladanan Rasulullah diharapkan terus menjadi penuntun langkah masyarakat dalam menghadapi dinamika kehidupan.


Selain itu, nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menanamkan rasa kasih sayang serta mempererat tali silaturahmi antarsesama. (Red) 

Bagikan:

Komentar