![]() |
| Aksi massa dari PSHT di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Massa yang datang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, hingga mobil komando mulai memadati kawasan Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 14.16 WIB. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Bojonegoro, dan Probolinggo.
Setibanya di lokasi, peserta aksi merapatkan barisan dan menyanyikan Hymne SH Terate sebelum menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui orasi.
Dalam aksinya, massa menegaskan bahwa demonstrasi tersebut berlangsung secara damai. Mereka juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk premanisme serta meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang menimpa dua anggota PSHT tersebut.
Menanggapi tuntutan peserta aksi, perwakilan kepolisian memastikan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki telah dikerahkan untuk memburu para pelaku. Polisi menegaskan komitmennya untuk segera mengungkap kasus tersebut dan membuka peluang penangkapan dilakukan dalam waktu dekat.
"Termasuk peralatan semua yang kita miliki sekarang kita gerakkan untuk mencari pelaku. Artinya kita komitmen, kalau misalkan secepatnya hari ini bisa tertangkap kenapa tidak," ujar perwakilan kepolisian di hadapan massa aksi.
Sementara itu, koordinator aksi menyampaikan bahwa PSHT berharap proses hukum dapat berjalan cepat. Ia mengingatkan, apabila penangkapan pelaku terus berlarut-larut, pihaknya berpotensi kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar dan melibatkan anggota PSHT dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Bilamana ini nanti berlarut-larut dan para pelaku tidak tertangkap, saya pastikan seluruh Jawa Timur akan bergerak lagi," tegas koordinator aksi yang disambut dukungan ribuan peserta.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian dan TNI. Aparat disiagakan di depan Mapolrestabes Surabaya maupun di sekitar markas debt collector Maluku 1 Rasa (M1R) di Jalan Teuku Umar yang sebelumnya sempat menjadi salah satu titik rencana aksi.
Usai menyampaikan aspirasi di depan Mapolrestabes Surabaya, massa membubarkan diri secara tertib dan tidak melanjutkan aksi ke Jalan Teuku Umar sebagaimana rencana sebelumnya.
Pengamanan aksi menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Mapolrestabes Surabaya sempat mengalami kepadatan sehingga dilakukan pengalihan arus di sejumlah ruas jalan. (Red)


Komentar