|
Menu Close Menu

Tani Mudah Berkarya: Integrasi Pertanian Organik, Irigasi Hemat Air, dan Pemasaran Digital Berbasis Desa

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21.48 WIB

Tim PW HP Ansor Jatim saat kunjungan ke Gresik.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik– Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur terus mengawal dan mengapresiasi terobosan ketahanan pangan yang lahir dari akar rumput. Kali ini, PW GP Ansor Jatim memberikan apresiasi dan menerima gagasan inovasi pertanian yang diusung oleh Fadal, kader Ansor Bawean yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.


Fadal resmi terpilih masuk dalam nominasi ajang bergengsi Ansor Agro Innovation Award 2026 melalui program usulannya yang bertajuk "Inovasi Pertanian Digital Berbasis Pemberdayaan Desa" dengan mengusung sub-konsep "Tani Mudah Berkarya: Integrasi Pertanian Organik, Irigasi Hemat Air, dan Pemasaran Digital Berbasis Desa".


Kunjungan serta penilaian lapangan oleh tim PW GP Ansor Jawa Timur yang di dampingi oleh PC GP Ansor Bawean dilaksanakan langsung di Desa Lebak pada Kamis (20/8/2026) pagi pukul 10.00 WIB.


PW GP Ansor Jatim mengungkapkan alasan utama mengapa karya dan gagasan Kepala Desa Lebak ini sangat layak masuk nominasi dan diterima dengan hangat oleh tim penilai. Pendekatan yang dihadirkan oleh Fadal dinilai sangat komprehensif serta berorientasi pada keberlanjutan.


"Pendekatannya komprehensif — tidak hanya membahas produksi, tetapi juga efisiensi air dan pemasaran hasil pertanian," tegas tim penilai PW GP Ansor Jatim di sela-sela peninjauan lapangan di Desa Lebak.


Melalui program "Tani Mudah Berkarya", sektor pertanian tidak lagi dikelola secara konvensional semata, melainkan memadukan tiga pilar utama:


Pertanian Organik: Mendorong kemandirian pupuk dan menjaga kelestarian unsur hara tanah.


Irigasi Hemat Air: Menjadi solusi krusial bagi daerah kepulauan seperti Bawean dalam menghadapi tantangan ketersediaan air pasca-musim hujan.


Pemasaran Digital Berbasis Desa: Memangkas rantai distribusi hasil panen sehingga petani mendapatkan harga yang lebih adil dan akses pasar yang lebih luas.


Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, menegaskan bahwa ajang Ansor Agro Innovation Award 2026 ini digagas untuk mendorong kader-kader Ansor di tingkat desa agar menjadi motor penggerak transformasi ekonomi dan ketahanan pangan.


"Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat lahirnya inovasi, ketahanan pangan, dan kekuatan ekonomi masyarakat. Apa yang dilakukan oleh Sahabat Fadal di Desa Lebak Bawean ini membuktikan bahwa batas geografis kepulauan tidak menghalangi hadirnya inovasi pertanian modern yang berdampak langsung bagi warga," ujar Safril.


Dengan masuknya Kades Lebak dalam nominasi Agro Innovation Award 2026, PW GP Ansor Jatim berharap model integrasi pertanian organik, irigasi hemat air, dan digitalisasi pemasaran ini dapat menjadi percontohan (role model) yang direplikasi oleh desa-desa lain di Jawa Timur. (Red) 

Bagikan:

Komentar