|
Menu Close Menu

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14.59 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara resmi memberangkatkan peserta Program Taruna Bhakti Akademisi TNI dan Akademisi Kepolisian ke Sekolah Rakyat tahun 2027 di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sleman - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara resmi memberangkatkan peserta Program Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian ke Sekolah Rakyat tahun 2026 dalam apel yang digelar di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).


Lebih dari seribu taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian terpilih mengikuti program tersebut. Sebanyak lima taruna akan ditempatkan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk melaksanakan pendampingan selama lima hari.


Gus Ipul menjelaskan maksud kehadiran Taruna di Sekolah Rakyat adalah untuk menjadi role model kedisiplinan dan melatih manajemen hidup berasrama.


"Para Taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di kamar sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua, itulah yang harus ditularkan kepada siswa sekolah rakyat," kata Gus Ipul.


Apel dilaksanakan mulai pukul 06.58 WIB, Mensos Gus Ipul bertindak sebagai Pengambil Upacara. Selepas apel, Gus Ipul di dampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau demonstrasi Taruna dalam memberikan bimbingan kepada siswa dari SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang. 


Demonstrasi yang dilakukan seperti bimbingan dalam kerapihan lemari dan kasur, materi psikologi lapangan, serta baris berbaris.


Dalam amanatnya, Gus Ipul menyampaikan ada tujuh hal yang perlu dikuatkan oleh taruna selama masa pendampingan. Yakni kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan nusantara, ekstrakurikuler dan kegiatan kelompok, kebersihan diri dan lingkungan asrama, bela negara, serta kegiatan keagamaan.


"Ini adalah fondasi karakter yang akan menopang anak-anak itu jauh setelah para Taruna pulang dari sana. Untuk itu, saya menitipkan pesan kepada para Taruna. Dampingi siswa-siswa sekolah rakyat dengan penuh empati, jadilah kakak yang menjadi teladan bagi siswa-siswa sekolah rakyat," ujarnya.


Program Taruna Bhakti ini dilaksanakan bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat, ketika para siswa baru mulai beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.


Gus Ipul menekankan dalam kegiatan ini tidak boleh ada bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. 


"Tiga hal ini adalah garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun termasuk oleh kita semua. Maka jika melihat hal-hal seperti itu terjadi kita punya kewajiban untuk menghentikannya, membimbing dan kemudian mengarahkannya untuk berbuat yang lebih positif," tegasnya.


Sementara itu, Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha turut memberikan motivasi dan arahan kepada para siswa Sekolah Rakyat saat meninjau demonstrasi Taruna.


"Kamu harus tangguh hadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Tangguh, kalau kamu tidak tangguh, kamu bukan pejuang," kata Wisnu.


Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Wadanjen Akademi TNI Marsekal Muda TNI Wayan Superman, Astamaops Polri diwakili Waastamaops Irjen Pol. Laksana, serta pejabat terkait lainnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar