![]() |
| Imamah saat melipat pakaian pelanggan.(Dok/Imamah) |
Usaha yang dikelola Imamah, 58, tersebut telah berjalan sejak 2018. Fitri Laundry buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00.
“Letaknya strategis karena dekat dengan rumah sakit,” ujar Imamah, Jumat (18/09/2026).
Lokasi tersebut membuat Fitri Laundry banyak mendapat pelanggan dari lingkungan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu. Pelanggannya berasal dari perawat, dokter, hingga keluarga pasien.
Dalam sehari, Fitri Laundry menerima sekitar 20 pelanggan. Omzet yang diperoleh Imamah berkisar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per hari, tergantung jumlah pelanggan.
Layanan yang tersedia meliputi cuci basah, cuci kering, cuci setrika, serta antar jemput. Tarif cuci basah Rp4 ribu per kilogram, cuci kering Rp5 ribu, dan cuci setrika Rp10 ribu per kilogram.
Dalam menjalankan usaha, Imamah dibantu beberapa orang dengan pembagian tugas. Pekerjaan tersebut meliputi mencuci, menjemur, menyetrika, hingga melipat pakaian.
Pembagian tugas dilakukan agar pekerjaan lebih praktis. Setiap orang memiliki bagian masing-masing dalam menangani pakaian pelanggan.
Usaha laundry tersebut menjadi sumber penghasilan utama bagi Imamah. Penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Cuaca hujan menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama menjalankan usaha. Kondisi tersebut membuat proses pengeringan pakaian menjadi lebih lama.
“Kalau hujan, pakaian dipindah ke dalam dan dikasih kipas supaya cepat kering,” katanya.
Meski terkendala cuaca, Fitri Laundry tetap melayani pelanggan setiap hari. Imamah berharap usahanya dapat semakin berkembang ke depannya. (rif)


Komentar