|
Menu Close Menu

Harga Tetap Ramah di Kantong, Es Teler Creamy e Bunda Laku 300 Gelas Sehari

Jumat, 18 September 2026 | 20.43 WIB

Ratna lagi menyiapkan pesanan.(Dok/Ratna) 
Lensajatim.id, Bangkalan– Usaha minuman yang dijalankan Ratna (49), seorang ibu rumah tangga, menarik perhatian dengan penjualan es teler creamy yang dapat mencapai lebih dari 300 gelas dalam sehari. Menariknya, harga minuman tersebut tetap dipertahankan agar ramah di kantong pelajar dan mahasiswa meski harga sejumlah buah mengalami kenaikan saat musim tertentu.


Usaha bernama Es Teler Creamy e Bunda tersebut mulai dijalankan Ratna bersama keluarganya pada 27 September 2025. Berawal dari keinginan memiliki usaha sendiri, Ratna dan suaminya kemudian memanfaatkan kedai yang sebelumnya disewakan kepada orang lain.


Ide menjual es teler muncul karena suami dan anak-anak Ratna menyukai minuman berbahan es. Dari kebiasaan tersebut, mereka kemudian mencoba membuka usaha es teler dengan konsep yang berbeda dari es teler pada umumnya.


“Suami dan anak-anak saya suka es, terus saya pikir kalau jual es kayaknya lebih banyak peminatnya,” ujar Ratna, Jumat 18/9/2026.


Salah satu ciri khas yang ditawarkan adalah penggunaan cream sebagai pelengkap. Berbeda dengan es teler yang umumnya menggunakan santan dan gula cair, Es Teler Creamy e Bunda menggunakan cream sehingga memberikan rasa yang berbeda.


Es teler tersebut tersedia dalam tiga ukuran, yaitu small seharga Rp5 ribu, medium Rp8 ribu, dan large Rp10 ribu. Khusus ukuran large, pelanggan mendapatkan tambahan es krim di bagian atas selain topping yang sudah tersedia.


Selain es teler creamy, Ratna juga menyediakan dua menu tambahan, yakni es alpukat kocok creamy dan es jeruk peras.


Dalam sehari, penjualan es teler creamy dapat mencapai lebih dari 300 gelas. Jumlah tersebut belum termasuk dua menu tambahan lainnya. Pembeli biasanya lebih ramai ketika memasuki masa sekolah dan perkuliahan.


“Dalam sehari dari buka sampai tutup biasanya terjual untuk es teler creamy saja lebih dari 300-an gelas. Itu belum dihitung dengan dua menu yang lainnya,” katanya.


Pelanggan yang datang juga berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, warga sekitar hingga masyarakat dari luar daerah. Beberapa pelanggan bahkan datang dari Socah, Bangkalan, Kwanyar hingga Surabaya.


Untuk promosi, Ratna mengaku belum menggunakan iklan atau membuat konten secara khusus. Selama ini, usaha tersebut lebih banyak dikenal melalui rekomendasi pelanggan dari mulut ke mulut.


Es Teler Creamy e Bunda berlokasi di Jalan Raya Telang arah UTM, tepatnya di depan Alfamart UTM. Usaha tersebut buka setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 10.00 sampai 20.00 WIB, sedangkan hari Minggu tutup.


Dalam menjalankan usaha, Ratnab juga menghadapi tantangan berupa ketersediaan buah musiman seperti nangka dan alpukat. Meskipun selama ini mendapatkan pasokan langsung dari gudang buah di Surabaya, harga kedua buah tersebut dapat meningkat ketika sedang tidak musim.


Namun, kondisi tersebut tidak membuat Ratna menaikkan harga jual. Ia memilih tetap mempertahankan harga agar produknya dapat dijangkau oleh pelajar dan mahasiswa.


“Kalau lagi tidak musim buah nangka dan alpukat, harganya jadi mahal. Tapi walaupun demikian kami tetap menjual dengan harga yang tetap ramah di kantong pelajar dan mahasiswa, jadi tidak kami naikkan harganya,” tuturnya.


Ke depan, Ratna berharap Es Teler Creamy e Bunda dapat semakin berkembang dan dikenal lebih luas. Bahkan, sejumlah pelanggan telah menyampaikan keinginan agar usaha tersebut membuka cabang atau sistem franchise.


“Harapan kami ke depan usaha kami semakin maju dan bisa dinikmati di penjuru kota. Banyak pelanggan yang ingin kami buka cabang atau franchise, jadi semoga itu semua bisa kami wujudkan,” pungkas Ratna. (Tik) 

Bagikan:

Komentar