|
Menu Close Menu

Disperpusip Pamekasan Dorong Anak Usia Dini Berani Bicara dan Cintai Daerah Lewat Lomba Dialog

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15.25 WIB

Kegiatan Lomba Dialog Anak tingkat TK/RA dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-496 Pamekasan Tahun 2026.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id,Pamekasan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Pamekasan menggelar Lomba Dialog Anak tingkat TK/RA dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-496 Pamekasan Tahun 2026, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 Gedung Perpustakaan Daerah M. Tabrani Pamekasan itu dibuka langsung Kepala Disperpusip Pamekasan, Ulung Sedjati Wirjawan.


Mengusung tema “Anak Hebat, Berani Bicara, Berbudi Pekerti, dan Cinta Pamekasan”, perlombaan tersebut menjadi salah satu upaya menumbuhkan keberanian berkomunikasi, kesantunan, serta kecintaan anak terhadap budaya dan daerahnya sejak usia dini.


Dalam sambutannya, Ulung menegaskan bahwa lomba dialog anak tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang pembelajaran bagi anak untuk melatih kepercayaan diri, menyampaikan gagasan, dan mengekspresikan kemampuan di hadapan orang lain.


“Juara adalah bonus, namun keberanian berbicara, sikap saling menghargai, dan benih cinta pada Kabupaten Pamekasan yang tertanam hari ini adalah bekal berharga yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak,” ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi panitia pelaksana, kepala sekolah, guru pembimbing, serta orang tua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Menurut Ulung, keterlibatan guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Pendampingan tidak cukup hanya dengan melatih hafalan, tetapi juga perlu diarahkan pada pembentukan keberanian tampil, kesantunan dalam bertutur kata, dan kemampuan menyampaikan gagasan.


Kepada seluruh peserta, dia berpesan agar tidak takut melakukan kesalahan selama mengikuti perlombaan. Anak-anak diharapkan menikmati setiap proses, tampil dengan percaya diri, serta tetap menghargai teman-temannya.


Dia menambahkan, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari tumbuhnya rasa percaya diri, kesantunan, dan pengalaman positif selama mengikuti proses pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, Disperpusip Pamekasan berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang cakap berkomunikasi, berkarakter, serta memiliki kebanggaan terhadap daerahnya.


Lomba Dialog Anak itu diikuti 19 tim dari satuan pendidikan TK/RA. Setiap tim terdiri atas dua anak yang berpasangan dalam perlombaan. (Red) 

Bagikan:

Komentar