|
Menu Close Menu

Hadir Giat dari Kampus ke Kampus, Mahasiswa Untag: Dari Ning Lia Kami Belajar Kepemimpinan dan Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 | 12.47 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat hadir dalam acara Untag, Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Kiprah Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, yang aktif menyambangi berbagai perguruan tinggi mendapat perhatian kalangan mahasiswa. Kehadirannya di kampus bukan sekadar mengisi forum diskusi atau kuliah umum, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman tentang kepemimpinan, politik, dan pengabdian kepada masyarakat.


Dengan perolehan 2.739.123 suara pada Pemilu 2024, Ning Lia tercatat sebagai senator perempuan nonpetahana dengan perolehan suara tertinggi secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal bagi Ning Lia untuk berbagi perspektif mengenai dinamika politik dan representasi masyarakat kepada generasi muda.


Sejumlah kampus yang pernah menjadi ruang berbagi pengalaman Ning Lia di antaranya Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Islam Madura (Unira), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Universitas Wiraraja Sumenep Madura , Universitas Nadhatul Ulama Sidoarjo, Polteksi dan banyak kampus lainnya. 


Kehadirannya di lingkungan akademik dinilai memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi yang terlibat dalam proses politik dan pengambilan kebijakan publik.


Ketua BEM Fisip Untag Awaludin Kahar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ning Lia yang bersedia berbagi ilmu serta pengalaman dengan mahasiswa Untag Surabaya. Menurutnya, pengalaman Ning Lia menjadi pembelajaran berharga bahwa politik bukan semata-mata tentang jabatan, tetapi juga keberanian mengambil peran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kehadiran Ibu Lia Istifhama menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar tentang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur dengan perolehan 2,7 juta suara, beliau menjadi salah satu sosok yang menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil peran dalam dunia politik,” ungkapnya, Kamis (29/10/2026). 


Menurut Awaludin, perjalanan Ning Lia di dunia politik juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan komunikasi yang humanis dan terbuka terhadap berbagai kalangan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari mahasiswa.


Awaludin mengapresiasi penghargaan yang diterima Ning Lia sebagai Politisi Humanis Indonesia. Baginya, politik tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga kepedulian, kesediaan mendengarkan aspirasi, dan komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.


“Dari Ning Lia kita belajar bahwa politik bukan hanya sekadar jabatan, tetapi tentang kepedulian, kesediaan mendengarkan aspirasi, dan upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.


Awaludin berharap Ning Lia terus diberikan kesempatan untuk memperluas kontribusinya bagi masyarakat Jawa Timur. Dia juga berharap semakin banyak ruang partisipasi yang terbuka bagi generasi muda dalam proses pembangunan dan kehidupan demokrasi.


Sementara itu, Ning Lia menekankan bahwa generasi muda, termasuk Gen Z dan Generasi Alpha, perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan kepemimpinan masa depan. Menurutnya, mereka tidak cukup hanya menguasai pengetahuan dan pandai menyampaikan gagasan, tetapi juga harus mampu membaca persoalan, menawarkan solusi, serta memiliki empati sosial.


Senator cantik idola Gen Z menilai, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk calon pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.


Salah satu nilai yang perlu diperkuat adalah meritokrasi, yakni sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berkembang berdasarkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas.


“Gagasan meritokrasi menempatkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas sebagai dasar seseorang memperoleh posisi atau kepercayaan. Dengan prinsip ini, kesempatan berkiprah di dunia legislatif tidak semestinya hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kekayaan, kedekatan politik, atau latar belakang tertentu,” kata Ning Lia yang juga putri KH Masykur Hasyim tersebut. (Red) 

Bagikan:

Komentar