|
Menu Close Menu

Kaji Reza Terima Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15.20 WIB

 

Kaji Reza saat menerima penghargaan dari FJN.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sidoarjo – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, mengaku terkejut sekaligus bangga setelah menerima penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN).


Politisi yang akrab disapa Kaji Reza tersebut mengaku tidak menyangka dirinya terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan. Pasalnya, proses penjaringan dilakukan secara tertutup dan independen tanpa pemberitahuan maupun konfirmasi sebelumnya kepada calon penerima.


Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo itu mengapresiasi mekanisme penilaian yang diterapkan FJN. Menurutnya, proses tersebut menunjukkan profesionalisme organisasi dalam menilai rekam jejak dan kontribusi tokoh muda Nahdliyin di tengah masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh FJN. Kami tidak menyangka mendapat penghargaan ini karena prosesnya langsung diumumkan tanpa konfirmasi sebelumnya," kata Kaji Reza usai menerima trofi dan album apresiasi dari FJN di Kantor DPC PKB Sidoarjo, Jumat (30/10/2026).


Ia menilai, pola penjaringan secara independen menjadi bukti keseriusan FJN dalam mencermati perjalanan dan kiprah kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang berkontribusi di berbagai bidang.


Kaji Reza sendiri merupakan kader NU yang meniti perjalanan organisasi melalui sejumlah badan otonom dan organisasi kemahasiswaan, mulai dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Gerakan Pemuda (GP) Ansor.


Dari perjalanan tersebut, ia mengaku banyak belajar tentang arti pengabdian, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi landasan dalam menjalani kiprah politiknya bersama PKB.


Menurutnya, politik bukan semata-mata ruang untuk memperjuangkan kepentingan, melainkan juga sarana pengabdian untuk menghadirkan manfaat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelayanan dan penyerapan aspirasi masyarakat. Salah satunya melalui program rutin DPC PKB Sidoarjo bertajuk "Jumat Aspirasi".


Program tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun kebutuhan yang selanjutnya ditampung dan diupayakan mendapatkan respons secara cepat.


"Hampir tiap hari selalu ada aspirasi dari masyarakat. Jiwa sosial itu yang hari ini kami kembangkan di jalur politik melalui PKB," ujar Kaji Reza yang juga menjabat Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Timur.


Bagi Kaji Reza, penghargaan dari FJN bukan sekadar pengakuan atas perjalanan dan kiprahnya. Lebih dari itu, apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian serta memperluas manfaat bagi masyarakat.


Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi dirinya maupun kader muda NU lainnya untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat.


Menurutnya, generasi muda Nahdliyin harus mampu menunjukkan bahwa kehadirannya membawa manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa terbatas pada lingkungan organisasi maupun kelompok tertentu.


Memasuki abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama, Kaji Reza juga berpesan agar generasi muda NU mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial. Mereka diharapkan tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu bergerak maksimal dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing.


Ia mengajak anak muda NU untuk bangga membawa identitas ke-NU-an sekaligus membuktikannya melalui kontribusi nyata. Dengan demikian, kader muda Nahdliyin dapat menjadi bagian dari solusi bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.


Sementara itu, Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, menjelaskan bahwa penganugerahan penghargaan kepada tokoh muda Nahdliyin merupakan tradisi tahunan organisasi yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Santri.


Pada tahun ini, FJN memberikan apresiasi kepada 22 tokoh muda Nahdliyin inspiratif dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari politisi, pengusaha, kepala daerah, hingga aktivis NU.


Pria yang akrab disapa Diday ini menjelaskan, penetapan penerima penghargaan melalui proses penyaringan dan penilaian secara ketat. Bahkan, komunikasi dengan para calon penerima baru dilakukan setelah nama-nama yang terpilih ditetapkan dan diumumkan pada momentum Hari Santri.


"Bahkan sama-sama di Ansor, tidak ada komunikasi sebelumnya. Prosesnya lewat penyaringan ketat, lalu ditetapkan, baru diumumkan saat Hari Santri. Setelah itu baru kami lakukan komunikasi," terang Diday.


Melalui penghargaan tersebut, FJN berharap kiprah para tokoh muda Nahdliyin yang berkontribusi di berbagai bidang dapat menjadi inspirasi sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak generasi muda NU yang membawa manfaat bagi masyarakat. (Red) 

Bagikan:

Komentar