|
Menu Close Menu

Surya Paloh Minta Kader NasDem Perkuat Militansi dan Hadirkan Kerja Nyata

Jumat, 30 Oktober 2026 | 17.07 WIB

 

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan pentingnya pengaderan sebagai upaya memperkuat pemahaman, militansi, dan konsistensi kader dalam menjalankan gerakan perubahan dan restorasi Indonesia.


Menurutnya, perjuangan partai tidak cukup hanya dibangun melalui slogan dan identitas organisasi. Diperlukan kader yang memahami nilai-nilai perjuangan, memiliki daya juang, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.


Penegasan tersebut disampaikan Surya Paloh seusai membuka Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan 2.0 bertajuk NasDem Naik Kelas, Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai Angkatan XI, di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).


Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Partai NasDem asal Kalimantan Barat.


Dalam kesempatan itu, Surya mengapresiasi ABN yang dinilai berhasil menyelenggarakan berbagai program pendidikan kader dengan capaian signifikan. Ia berharap proses pendidikan dan pengaderan tersebut terus berlanjut sehingga mampu melahirkan kader yang tidak hanya memahami, tetapi juga menjiwai nilai-nilai perjuangan partai.


Surya menilai, gerakan perubahan dan restorasi Indonesia bukan sekadar slogan yang disampaikan dalam berbagai kesempatan. Gerakan tersebut membutuhkan daya juang, semangat, dan konsistensi agar setiap kader memahami arti keberadaannya serta mampu menjalankan peran secara nyata. 


“Partai tidak bisa menganggap begitu saja bahwa posisi hari ini akan otomatis sama pada hari esok. NasDem amat menyadari hal ini,” ujar Surya.

Ia menegaskan, setiap partai politik harus terus memperkuat kapasitas dan kualitas kader. Langkah tersebut penting untuk menjaga eksistensi organisasi sekaligus memastikan partai tetap mampu menjalankan perannya di tengah dinamika masyarakat.


Karena itu, Surya mendorong seluruh kader NasDem agar lebih aktif turun langsung ke lapangan. Kader harus mampu memahami aspirasi masyarakat, membangun interaksi, serta mengawal berbagai program yang dapat membantu meringankan beban warga.


Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Berbagai upaya sederhana yang memberikan manfaat dan membantu meringankan persoalan warga juga menjadi bagian penting dari perjuangan politik.


Selain menghadirkan kerja nyata, kader NasDem juga dituntut mampu menyampaikan gagasan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Dengan begitu, nilai-nilai perjuangan partai tidak hanya menjadi pemahaman internal organisasi, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.


Surya memandang pendidikan kader dan keterlibatan langsung di tengah masyarakat sebagai investasi jangka panjang untuk membangun serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Partai NasDem.


“Sekecil apa pun, membantu meringankan beban masyarakat, membawa pikiran-pikiran yang bisa lebih mudah dicerna oleh masyarakat, itu merupakan bagian daripada human investment untuk lebih meyakinkan masyarakat bahwa ada NasDem bersama mereka,” tuturnya.


Melalui penyelenggaraan Laga Perubahan 2.0, Partai NasDem berharap proses pengaderan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman ideologi dan organisasi semata.


Lebih dari itu, pendidikan kader diharapkan mampu melahirkan penggerak partai yang memiliki militansi, menjaga konsistensi perjuangan, aktif mengawal aspirasi, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Red) 

Bagikan:

Komentar