|
Menu Close Menu

Rico Sia Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Papua Kuasai Promosi Digital

Selasa, 03 November 2026 | 19.10 WIB

Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia saat menggelar Workshop di Kabupaten Sorong, Papua.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sorong— Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, mendorong pelaku ekonomi kreatif di Papua Barat Daya untuk naik kelas dan menguasai pasar digital. Hal itu ia sampaikan saat menggelar Workshop Pembuatan Konten Reels dan Video Pendek untuk Promosi Produk Kreatif di Rumah Etnik Papua, Kabupaten Sorong, Senin (2/11/2026).


Workshop tersebut menghadirkan konten kreator asal Papua yang telah mendunia, Danny Mambrasar, sebagai narasumber utama. Rico sengaja menghadirkan sosok yang telah terbukti mampu menembus batas lokal dan nasional.


Dalam sambutannya, Rico menegaskan pergeseran ekonomi yang tak terhindarkan. Menurutnya, ketergantungan pada dunia offline akan semakin sulit bertahan, sementara peluang besar terbuka lebar di ruang digital.


"Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ke depan dunia offline akan begitu sulit. Tetapi bila menguasai dunia online, maka cukup mudah untuk mendapatkan uang," tegas Rico di hadapan peserta.


Ia pun meminta para peserta, yang mayoritas pelaku UMKM dan pegiat kreatif muda Sorong, untuk aktif berdiskusi dan menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari Danny Mambrasar.


Tak hanya soal konten, legislator dari Dapil Papua Barat Daya itu juga menyoroti persoalan kelembagaan ekonomi kreatif di daerah. Rico menyebut masih banyak pemerintah daerah yang belum memiliki dinas ekonomi kreatif yang mandiri.


"Saat ini masih banyak dinas-dinas ekonomi kreatif yang belum berdiri sendiri atau masih bergabung dengan dinas lain. Misalnya masih banyak yang masuk ke dalam dinas pariwisata atau dinas lainnya," ungkapnya.


Rico menyarankan agar pemerintah daerah segera melakukan penyesuaian nomenklatur agar selaras dengan kementerian. Hal ini penting agar program dan anggaran dari pusat untuk sektor ekonomi kreatif tidak terhambat birokrasi di daerah.


"Harus dibuat bagaimana caranya supaya bisa nyambung bahwa di kementerian itu sesungguhnya ada dinas ekonomi kreatif. Maka saran saya, entah mau diletakkan di dinas apa, tapi dinas itu ada," jelasnya.


Menurut Rico, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya harus terintegrasi agar saling menguatkan dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di Papua Barat Daya. (Red) 

Bagikan:

Komentar