> Warga Desa Sukolilo Bangkalan Tolak Rencanan Pembangunan Wisata Di Kaki Suramadu Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Warga Desa Sukolilo Bangkalan Tolak Rencanan Pembangunan Wisata Di Kaki Suramadu

Kamis, 08 Agustus 2019 | 06.48 WIB

Bangkalan - Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Bangkalan dan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mendapat penolakan dari warga Sekarbungoh, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Rabu (7/8/2019).

Penolakan tersebut terkait pembebasan lahan untuk pembangunan wisata di kaki Suramadu sisi Madura sebelah timur, Saat dilokasi, beberapa warga yang hadir dalam acara tersebut menyuarakan dengan kertas karton diantaranya bertuliskan "Kami Menolak Penggusuran".

Salah satu warga, Aam menyampaikan bahwa menolak adanya pembebasan lahan untuk pembangunan wisata, karena dinilai tidak mensejahterahkan masyarakat.

"Kami tidak sejahtera pak, seharusnya proyek ini untuk kesejahteraan kami, bukan proyek perorangan atau lainnya," ungkapnya

Menurutnya, jika program tersebut merugikan rakyat, karena mata pencaharian warga sekitar yaitu nelayan. "Kami makan dari laut, sumber kami dari laut. Jika kami dipindah jauh disana untuk menanam kacang, kami tidak tau pak", ujarnya.

Pihaknya juga mempertanyakan tentang sosialisasi yang katanya sudah dilakukan kepada warga Sekarbungoh.

"Jika memang sudah dilakukan sosialisasi di balai desa, tolong jelaskan, siapa saja yang di undang. Kami tidak tau sama sekali tentang sosialisasi itu", tegasnya

Dibuti Perancangan BPWS Agus Wahyudi menjelaskan, jika semua tidak setuju maka tidak akan melanjutkannya, namun jika hanya sebagian yang tidak setuju maka pihaknya tidak akan membeli tanah yang tidak setuju.

"Kalau seratus persen dari jumlah warga tidak setuju kami tidak akan melanjutkan, tapi jika hanya beberapa persen maka kami akan biarkan saja orang itu", pangkasnya

Kepala BPN Bangkalan La Ode Asrafil juga menambahkan bahwa akan melihat alasan penolakan tersebut. Jika rasional makan tidak akan melanjutkan pengukuran.

"Kita akan melihat lagi alasan warga menolak digusur, jika alasannya bisa diterima dan masuk akal maka kami tidak akan melanjutkan pengukuran", jelasnya.(yud/hal)

Bagikan:

Komentar