> Warga Madura Jadi Korban Perampokan di Masa Pandemi Corona, Pemerintah Daerah Harus Beri Bantuan Hukum Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Warga Madura Jadi Korban Perampokan di Masa Pandemi Corona, Pemerintah Daerah Harus Beri Bantuan Hukum

Senin, 04 Mei 2020 | 18.49 WIB

Foto: Wiyanto Kawiriyan (kaos merah berkerah) saat mengunjungi Syamsul Pemilik toko kelontong yang menjadi korban perampokan
lensajatim.id Jakarta- Warga Madura yang merantau dan membuka usaha toko kelontong di daerah Jakarta dan sekitarnya sering menjadi korban perampokan dengan kekerasan.

Setelah beberapa waktu lalu, perampokan menimpa salah satu warga Sumenep yang ada di Jakarta, dan sampai merenggut korban jiwa, kali ini perampokan dengan kekerasan kembali terjadi dan menimpa menimpa Samsul (22) warga asal Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, dia telah menjadi korban perampokan di toko miliknya di jalan Palmerah Barat IX Jakarta Pusat, Minggu (03/05/2020) Pukul 06.30 WIB.

Di masa pandemi corona yang perputaran ekonomi mulai menurun, Syamsul malah harus menanggung kerugian akibat kejadian tersebut berupa uang kurang lebih 7,5 juta beserta beberapa barang dagangannya seperti rokok dll. Tak hanya itu, Syamsul juga mengalami luka akibat ulah perampok.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari Ketua Umum DPP Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (PPKSI), Wiyanto Kawiriyan. Menurut pria yang akrab disapa Wiyanto ini, kasus perampokan dengan kekerasan pada pedagang kelontong asal Madura yang ada di Jakarta dan sekitarnya sudah sangat sering terjadi. " Kasus seperti ini sudah terjadi berulang-ulang," jelas Wiyanto saat dikonfirmasi redaksi. Senin ( 03/05/2020).

Dan setiap terjadi kasus seperti itu, lanjut mantan aktifis PB HMI ini, warga yang menjadi korban harus mengurus dan menyelesaikan kasus tersebut sendiri, tanpa adanya campur tangan siapapun, terutama pemerintah daerah (daerah asal korban).

Padahal, kata Wiyanto, rata-rata masyarakat Madura yang menjadi pedagang kelontong di Jakarta itu bukan orang yang berpendidikan tinggi, yang kurang begitu tahu bila harus mengurus suatu masalah. " Apalagi yang berkaitan dengan hukum," tandasnya.

Untuk itu, lanjut aktifis yang konsen melakukan pendampingan pada pedagang kelontong di Jakarta ini, pihaknya sangat berharap pemerintah daerah, khususnya di Madura peduli dan kalau perlu memberikan bantuan pendampingan hukum pada tiap warganya yang ada di perantauan dan memiliki kasus.

 " Kita berharap ada bantuan hukum yang diberikan oleh pemerintah daerah. Kasihan mereka (pedangang kelontong), sudah saat ini dagangannya sepi akibat Corona, tidak dibolehkan mudik, kenak rampok lagi, ini kan rugi berkali-kali lipat mereka," ungakap Wiyanto dengan nada serius.

Selain itu, pihaknya berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. " Polisi harus tangkap pelakunya, kalau perlu hukum mati, karena ini sudah sangat sering terjadi, biar ada efek jera," pungkas pria asal Sumenep ini.(Hady/Lil)

Bagikan:

Komentar