![]() |
| Suasana Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU di Bangka Belitung.(Dok/Istimewa). |
Di Kabupaten Bangka Tengah, empat MWCNU yakni Koba, Lubuk Besar, Namang, dan Sungai Selan secara aklamasi menetapkan Kiai Marju’ien sebagai Rais Syuriyah dan Kiai Maftuh Ali sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bangka Tengah periode 2026–2031.
Sementara itu, PCNU Bangka Selatan yang diikuti oleh lima MWCNU, meliputi Air Gegas, Pulau Besar, Simpang Rimba, Tukak Sadai, dan Payung, secara mufakat memilih Kiai Agus Sadimin sebagai Rais Syuriyah dan Kiai M. Karyawan sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat yang sama.
Adapun PCNU Bangka Barat, dengan dukungan lima MWCNU yakni Tempilang, Kelapa, Jebus, Simpang Teritip, dan Mentok, secara aklamasi menetapkan Kiai Ridwan Zahri sebagai Rais Syuriyah dan Edi Irawan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bangka Barat periode 2026–2031.
Terpilihnya jajaran pengurus PCNU secara aklamasi di tiga kabupaten tersebut dinilai sebagai cerminan keakraban, ketulusan, serta keutuhan warga Nahdlatul Ulama di Bangka Belitung yang terus menguat. Kondisi ini menjadi modal sosial yang penting sekaligus potensi strategis dalam menumbuhkan ghirah (semangat) dan harakah (gerak) NU untuk memperkuat peran keumatan, kebangsaan, dan kemasyarakatan di Bumi Serumpun Sebalai.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Masmuni Mahatma, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Konfercab yang berlangsung demokratis dan menjunjung tinggi nilai musyawarah.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah terpilih. Semoga kepengurusan baru ini semakin menguatkan peran NU dalam membina umat serta menjaga kematangan kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Bangka Belitung,” ujar Masmuni.
Ia menambahkan, amanah kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi ladang pengabdian terbaik bagi NU dan masyarakat luas. “Selamat berkhidmat. Semoga amanah ini membawa kemaslahatan bagi umat,” pungkasnya. (Had)


Komentar