![]() |
| Karyawan SPPG Pancoran Bondowoso. (Dok/Istimewa). |
Pada Kamis (26/2/2026), SPPG Pancoran menyalurkan sebanyak 1.222 porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Distribusi dilakukan secara terukur sesuai data sasaran di masing-masing jenjang pendidikan.
Adapun rincian penerima manfaat meliputi 200 porsi untuk PAUD/TK, 240 porsi untuk siswa SD kelas 1–3, 221 porsi untuk SD kelas 4–6, 388 porsi untuk SMP dan SMA, serta 173 porsi untuk tenaga pendidik (tendik).
Berdasarkan data yang diterima redaksi, menu yang disajikan telah dirancang dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi.
Untuk 325 porsi kategori B3, menu utama terdiri dari mie kuning, ayam kecap, tahu goreng, sawi rebus, dan buah pir. Kandungan gizi porsi besar mencapai 500,7 kkal energi, 23,2 gram protein, 17,3 gram lemak, 63,4 gram karbohidrat, dan 6,7 gram serat.
Sementara porsi kecil mengandung 429,9 kkal energi, 19,6 gram protein, 15,7 gram lemak, 53,2 gram karbohidrat, dan 6,1 gram serat.
Selain menu basah, tersedia pula menu kering berupa bolu, telur ayam, kacang polong, dan buah kurma. Porsi besar menu kering mengandung 444,9 kkal energi, 16,9 gram protein, 18,6 gram lemak, 57,2 gram karbohidrat, serta 3,7 gram serat.
Adapun porsi kecilnya mengandung 353,1 kkal energi, 14,6 gram protein, 14,3 gram lemak, 55 gram karbohidrat, dan sekitar 3 gram serat.
Secara rasional, asupan energi dan protein dalam menu tersebut dinilai cukup signifikan untuk mendukung kebutuhan harian anak usia sekolah. Kandungan protein hewani dari ayam dan telur berperan penting dalam pertumbuhan jaringan tubuh dan peningkatan konsentrasi belajar.
Sementara sayuran dan buah memberikan asupan serat serta mikronutrien yang mendukung daya tahan tubuh. Kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang juga membantu menjaga stamina siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Owner SPPG Pancoran, Ali Hasan Mun’in, menegaskan bahwa seluruh proses penyediaan makanan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Apa yang kami sajikan sudah sesuai SOP, baik dari sisi kebersihan, proses pengolahan, hingga standar kandungan gizi. Kami ingin memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan yang layak, sehat, dan bergizi,” ujarnya.
Tenaga Ahli (TA) DPR RI yang turut memantau pelaksanaan program tersebut menambahkan bahwa konsistensi kualitas dan ketepatan sasaran menjadi kunci keberhasilan program pemenuhan gizi.
Menurut Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) ini, keberlanjutan program seperti ini memerlukan sinergi antara penyedia layanan, pemerintah, dan masyarakat agar dampaknya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan total 1.222 porsi yang tersalurkan, Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia ini menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bondowoso melalui intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan. (Had)




Komentar