![]() |
| Karyawan SPPG Sukowiryo Bondowoso.(Dok/Istimewa). |
Pada Kamis (26/2/2026), SPPG Sukowiryo memproduksi dan mendistribusikan 2.063 porsi makanan bagi peserta didik serta 86 porsi untuk kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, telur steam, cah buncis ayam Singapura, tahu kress, dan buah anggur. Menu tersebut tersedia dalam dua kategori, yakni porsi kecil dan porsi besar.
Untuk porsi kecil, kandungan gizinya meliputi 46,86 gram karbohidrat, 18,4 gram protein, 21,11 gram lemak, 1,61 gram serat, dengan total energi 450,1 kkal.
Sementara porsi besar mengandung 106,56 gram karbohidrat, 24,72 gram protein, 24,06 gram lemak, 1,91 gram serat, dan energi sebesar 749,9 kkal.
Berdasarkan laporan produksi, kegiatan tersebut melibatkan 50 tenaga kerja. Jumlah penerima manfaat (KPM) sekolah tercatat 2.063 porsi, ditambah 86 porsi untuk kelompok 3B.
Rinciannya meliputi 754 porsi untuk PAUD/TK, 58 porsi SD kelas 1–3, 126 porsi SD kelas 4–6, serta 1.125 porsi untuk jenjang SMP.
Adapun kelompok 3B sebanyak 86 porsi diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian gizi lebih intensif.
Owner SPPG Sukowiryo, Ali Hasan Mun’im, menegaskan bahwa pihaknya menjaga kualitas layanan secara konsisten.
“Kita benar-benar berkomitmen menjaga layanan dengan menghadirkan menu yang berkualitas dan sesuai standar gizi,” ujar Ali Hasan yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA).
Secara rasional, komposisi menu yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, serta serat mencerminkan pola makan seimbang. Protein dari telur dan ayam berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh, khususnya bagi anak usia sekolah yang berada dalam fase perkembangan aktif.
Asupan energi 450–749 kkal per porsi dinilai cukup signifikan untuk menunjang aktivitas belajar. Karbohidrat menjadi sumber tenaga utama, sementara lemak berfungsi sebagai cadangan energi sekaligus membantu penyerapan vitamin.
Buah anggur dan sayuran buncis melengkapi kebutuhan serat serta mikronutrien, yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan.
Tenaga Ahli DPR RI yang turut memantau pelaksanaan program ini menuturkan bahwa konsistensi kualitas dan ketepatan sasaran merupakan faktor krusial dalam program pemenuhan gizi.
Menurut Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia ini, intervensi gizi yang terukur sejak usia dini akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Sinergi antara penyedia layanan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
Dengan total 2.149 porsi yang diproduksi dalam sehari, SPPG Sukowiryo menegaskan perannya sebagai bagian penting dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas generasi muda Bondowoso melalui layanan gizi yang profesional dan berstandar. (Had)



Komentar