Lensajatim.id, Surabaya– Riuh rendah kendaraan di sepanjang Jalan Tunjungan sore itu seolah luruh saat memasuki kedai kopi Excelso. Di salah satu sudut meja, suasana tampak berbeda. Bukan sekadar urusan menyeruput kopi, namun ada sebuah pertemuan hangat yang mempertemukan lintas generasi dalam satu semangat yang sama: kebaikan dan masa depan Jawa Timur.
Duduk melingkar, sosok-sosok yang akrab disapa Cak Dar, Cak Anas, Cak Antok dan Cak Muk tampak asyik berbincang. Di tengah aroma kopi Excelso yang khas dan deretan menu camilan yang tersaji, obrolan mengalir begitu cair. Sesekali tawa pecah saat banyolan khas Suroboyoan terlontar, mencairkan suasana yang sore itu terasa begitu akrab.
Meski dibalut dengan canda gurau, obrolan mereka sesekali menengadah ke atas—membicarakan "langit" Jawa Timur. Bukan tentang cuaca, melainkan sebuah refleksi tentang arah gerak dan harapan bagi provinsi ini ke depan.
"Ngobrol santai begini justru sering memunculkan pemikiran jernih. Kami bicara tentang bagaimana Jawa Timur harus tetap menjadi rumah yang teduh dan maju bagi semua," ujar Cak Dar sambil tersenyum.
Yang menarik dari pertemuan ini bukanlah soal politik praktis, melainkan sisi humanis tentang suksesi nilai. Para senior ini tak pelit berbagi "ilmu hidup". Di sela kunyahan makanan dan sruputan kopi, nasihat-nasihat bijak terselip natural.
Bahwa setiap langkah yang diambil harus selalu berlandaskan pada kemaslahatan orang banyak. Menjaga silaturahmi adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Jawa Timur. Saling mengingatkan dalam kebaikan sebagai pegangan agar tidak goyah diterpa arus zaman.
Pertemuan tersebut menjadi potret kecil betapa Surabaya selalu punya cara untuk merawat tradisi ngopi menjadi sesuatu yang bermakna. Jalan Tunjungan yang bersejarah menjadi saksi bahwa di tangan para senior ini, masa depan Jawa Timur dibahas dengan hati, tanpa perlu dahi berkerut, namun penuh dengan esensi.
Sore pun beranjak senja, namun semangat dari meja kopi itu tetap hangat—sehangat cangkir-cangkir yang kosong, tapi hati yang penuh dengan bekal nasihat untuk melangkah lebih baik lagi. (Red)


Komentar