> Aida Fitriati, Sejak Awal Kampanyekan Gerakan Pakai Masker kepada Masyarakat Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Aida Fitriati, Sejak Awal Kampanyekan Gerakan Pakai Masker kepada Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2020 | 20.37 WIB

Dra. Aida Fitriati, M. Pd.I, Anggota Komisi E DPRD Jatim aktif mempelopori kampanye gerakan pakai masker. Foto : istimewa.

lensajatim id Surabaya -Masih tingginya angka penularan Covid-19 di Jawa Timur menjadi keprihatinan banyak pihak. Sementara kesadaran masyarakat mengenakan masker saat berkegiatan di luar rumah masih tergolong minim.

Terbaru, gerakan kesadaran bermasker pun digalakkan oleh sejumlah pihak, mulai gugus tugas, Pemprov Jawa Timur, PBNU hingga anggota parlemen. Salah satunya anggota Komisi E DPRD Jatim, Aida Fitriati. Ia mengaku sejak awal sudah mengkampanyekan gerakan pakai masker.

"Saya sejak awal sudah kampanyekan gerakan bermasker kepada ibu-ibu Muslimat NU di Kabupaten Pasuruan. Tak hanya wajib masker, tapi juga melaksanakan protokol kesehatan seperti wajib cuci tangan dan jaga jarak," terang perempuan yang akrab disapa Ning Fitri itu, Minggu (19/7/2020)

Ketua Muslimat NU Kabupaten Pasuruan ini mengungkapkan, dengan mengenakan masker bisa memutus penularan Covid-19, paling tidak meminimialisir potensi terpapar Covid-19. Karena itu, sejak awal pihaknya sudah mengkampanyekan wajib masker disetiap kegiatan Muslimat NU.

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini mengaku terus melakukan sosialisasi bermasker, baik dikalangan Muslimat NU maupun masyarakat umum. Langkah itu diikuti dengan pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat

"Setiap kegiatan Muslimat NU selalu mematuhi protokol kesehatan, bahkan sejak kegiatan Ngaos Ramadan. Saya rasa memberi contoh patuh pada protokol kesehatan adalah bentuk dari edukasi terbaik kepada masyarakat," imbuh cucu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah ini.

Ning Fitri menjelaskan ibu-ibu kader Muslimat NU juga diminta mensosialisasikan kesadaran bermasker di lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya masing-masing. Mereka ini menjadi ujung tombak sosialisasi yang efektif.

"Ibu-ibu Muslimat NU itu mayoritas kader penggerak di lingkungan masing-masing. Mereka ini sesungguhnya ujung tombak dalam mesosialisasikan protokol kesehatan," pungkas politisi PKB kelahiran Jakarta tersebut.

Seperti diketahui belakangan ramai kampanye gerakan bermasker di media sosial. Ada yang menggunakan tagline "Saya Warga Jatim, Pakai Masker" atau "Saya NU, Saya Pakai Masker", ada pula "Kami Muslimat NU, Kami Tertib Pakai Masker". Tokoh publik seperti Gubernur Khofifah Indar Parawansa hingga Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Achyar juga ikut mengkampanyekan gerakan bermasker tersebut. (Hady/Lil)

Bagikan:

Komentar