> Pemakzulan Bupati Faida Oleh DPRD Jember, Untungkankan Faida atau Penantangnya, Begini Analisa ARC Indonesia Lensajatim.id
|
Menu Close Menu

Pemakzulan Bupati Faida Oleh DPRD Jember, Untungkankan Faida atau Penantangnya, Begini Analisa ARC Indonesia

Jumat, 24 Juli 2020 | 12.14 WIB

Foto : Baihaki Siraj, Direktur Eksekutif ARC Indonesia

lensajatim id Surabaya-
Perseteruan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember dengan Bupati Jember Faida, memasuki babak baru. Setelah sekian lama tidak pernah harmonis, kali ini Bupati Faida  dimakzulkan DPRD Jember melalui rapat paripurna yang digelar pada Rabu (22/7/2020) malam.

Pemakzulan tersebut diambil DPRD Jember dalam sidang paripurna hak menyatakan pendapat (HMP). Dan saat ini Keputusan DPRD itu dikirim ke Mahkamah Agung untuk diuji pembuktiannya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ditektur Eksekutif Akurate Research & Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siraj, menjelaskan bahwa Pemakzulan terhadap Bupati Faida, merupakan kejadian yang pertama terjadi di Provinsi Jawa Timur.

" Soal ini apakah nanti secara hukum akan dikabulkan oleh MA atau tidak, kita lihat saja nanti proses dan keputusannya seperti apa, kita tidak boleh berandai-andai," jelas Baihaki saat dikonfirmasi.

Hanya saja, secara politik, karena Kabupaten Jember merupakan salah satu Kabupaten yang akan menggelar Pilkada pada tahun 2020 ini tentu sangat berpengaruh. " Kalau secara politik, pasti berpengaruh. Soal Pengaruhnya menguntungkan Incumbent atau lain, semua masih sangat serba mungkin," terang Baihaki.

Bila Tim dari pasangan Calon Faida-Vian yang saat ini sudah dinyatakan lolos oleh KPUD Jember sebagai Pasangan Calon dari Independen, mampu mengelola opini dari peristiwa ini kepada masyarakat bahwa mereka didzolimi dari proses tersebut, dan itu bisa meyakinkan hati masyarakat. " Tentu itu malah bisa membuat masyarakat semakin simpati pada Faida," tandasnya.

Apalagi, misalnya mereka juga mampu menarasikan bahwa apa yang dilakukan oleh DPRD Jember sebelum proses Pemakzulan merupakan gerakan politik dalam rangka menggembosi kekuatan Faida.

" Jadi sangat mungkin Pemakzulan ini malah membuat masyarakat simpati, masyarakat merasa Faida dizhalimi, ini sejalan dengan survei yang beberapa waktu kami lakukan, meski Faida sudah sering disudutkan oleh DPRD misalnya, tapi popularitas dan elektabiltasnya tetap lebih unggul yang lain," bebernya.

Bagi penantangnya, kata Baihaki, kalau mampu menjadikan Pemakzulan sebagai momentum untuk mensolidkan kekuatan Partai,dan Partai bisa bersatu melawan Faida dalam Pilkada Jember. Maka itu bisa menjadi kekuatan baru bagi Partai Politik untuk bersatu-dan bersama-sama dalam Pilkada melawan Faida.

" Tapi bagi DPRD Jember sebagai representasi Partai Politik diparlemen ini persoalan serius, ini sudah persoalan Marwah DPRD, Marwah Partai juga, jadi DPRD harus bisa buktikan kalau apa yang dilakukannya itu benar, mereka juga harus berjuang di MA agar menang dan berjuang, bersatu di Pilkada agar menang," pungkasnya.(Hady/Lil)


Bagikan:

Komentar