> Puluhan Kyai NU Jatim Disuntik Vaksin Sinovac, Berikut Penjelasan Ketua PWNU Jatim
|
Menu Close Menu

Puluhan Kyai NU Jatim Disuntik Vaksin Sinovac, Berikut Penjelasan Ketua PWNU Jatim

Rabu, 24 Februari 2021 | 09.43 WIB

 

Penyuntikan Vaksin Sinovac di Kantor PWNU Jawa Timur (Dok/Istimewa)

lensajatim id Surabaya- Sebanyak 98 kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jatim menerima vaksinasi Covid-19 di Kantor PWNU Jatim, Selasa (23/2/2021) siang. Kali pertama yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac adalah rais syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansur, lalu ketua tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar disusul sejumlah kiai yang masuk struktural PWNU Jatim.


Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menyebut, beberapa kiai yang ikut vaksinasi ini sudah lanjut usia (lansia). Namun mereka tidak merasakan efek samping sama sekali. Sedangkan 98 kiai yang dilibatkan ini menyesuaikan dengan Harlah NU ke 98 tahun.



“KH Anwar Mansyur ini usianya di atas 80 tahun, KH Anwar Iskandar 72 tahun, KH  Syafruddin juga dan KH Agoes Ali Mashuri ini di atas 60 tahunan. Semuanya tidak merasakan sakit,” kata KH Marzuki Mustamar. 


Selain ikhtiar batin, kata Kiai Marzuki ikhtiar dhahir juga perlu dilakukan, meskipun hidup dan mati seseorang itu sudah ditakdirkan Allah SWT. “Vaksinasi ini bagian dari ikhtiar dhahir para kiai NU untuk membantu mengatasi Pandemi Covid-19. Sekaligus menjaga agar pelayanan kepada umat tidak terhambat,” katanya.



Kiai asal Malang ini juga meyakinkan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin kalau vaksin Covid-19 buatan perusahaan Tiongkok, Sinovac itu halal dan aman. Ditambah lagi, para petugasnya yakni 13 vaksinator merupakan tenaga-tenaga profesional bidang kesehatan dibawah naungan Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu). 



“Vaksinasi ini profesional, nakesnya benar-benar ahli. Kepada siapa pun tidak usah ragu, ini profesional. Kalau sesuatu diserahkan ke ahlinya ini sudah benar,” tegas pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Malang.



Senada KH Anwar Iskandar menambahkan bahwa sebelum dilakukan vaksinasi, para kiai dan tokoh NU juga melewati screening ketat. Seperti pemeriksaan fisik, gula darah, detak jantung hingga tekanan darah.



“Didata dan diteliti dengan baik. Dalam pelaksanaanya semua menyatakan tidak ada rasa sakit sama sekali. Bahkan tidak ada rasa berbeda (efek samping),” jelas kiai asal Kediri ini. 



Masih di tempat yang sama, KH Agoes Ali Mashuri turut mengajak masyarakat supaya tidak takut divaksin. Sebab para kiai sudah memberi contoh terlebih dahulu.


“Pesan saya kepada warga Nahdliyin, yakinlah tiap kesulitan ada kemudahan. Setiap penyakit ada obatnya. Belajar berpikir positif karena berpikir positif adalah separuh dari kesembuhan,” pungkasnya.  (Red)

Bagikan:

Komentar