|
Menu Close Menu

Dua Siswi SMA Asal Bangkalan Alami Pelecehan Seksual di Surabaya hingga Nekat Loncat dari Angkot

Kamis, 19 Mei 2022 | 15.13 WIB

 

Ilustrasi.

Lensajatim.id, Surabaya- Dua siswi sebuah SMA negeri di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur nekat melompat dari angkutan kota (angkot) yang diduga sopirnya akan menculik mereka pada Rabu (18/5/2022).


Kompol Hari Kurniawan, Kapolsek Asemrowo mengatakan, keduanya nekat melompat dari angkot jenis Carry plat hitam dengan nomor polisi P 1520 HC saat di kawasan Asemrowo, Surabaya.


“Kedua korban dibawa muter-muter, sopir berdalih mau ambil penumpang tapi tidak kunjung kembali. Dari Suramadu diajak puter-puter lewat Pasar Turi, Dupak, pas masuk Dupak Rukun belok kiri akhirnya di Asemrowo Kali kedua anak-anak ini berani melompat dan mungkin karena ramai warga makanya mereka berani,” kata Hari saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu sore.


Saat kejadian dugaan penculikan ini terjadi kedua korban di dalam angkot hanya bersama sopir. Kedua korban, kata Hadi duduk di belakang, di kursi penumpang.


Ia menambahkan, kedua siswi berusia 16 tahun ini juga diduga mengalami tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh sopir angkot tersebut.


“Adik-adik ini sempat dibawa ke daerah Grand Pakuwon masuk gang sempit, di situ mungkin adik-adik mengalami pelecehan,” ujarnya.


Sopir angkot sempat kabur, namun tak berapa lama berhasil ditangkap di Poslantas Perak Timur.


Sopir, kata Hadi, sempat tidak mengakui perbuatannya dalam kasus dugaan penculikan ini. Terduga pelaku berdalih hanya berputar-putar mengambil penumpang. Namun setelah dikrosek dengan pernyataan korban, akhirnya ia mengakui perbuatannya.


“Saat diamankan dia bersama dengan beberapa orang mau kembali ke Bangkalan, namun kami tidak mempercayai begitu saja. Kami mintai juga keterangan beberapa orang yang bersama sopir saat itu,” tuturnya.


Dalam penyidikan awal, terduga pelaku yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkot.


Kedua korban mengalami luka ringan di bagian tangan dan sempat mengalami trauma sehingga polisi kesulitan untuk mendapatkan keterangan. Bahkan mereka sempat menolak naik kendaraan petugas dan memilih berjalan kaki.


Orang tua korban yang dihubungi petugas sudah tiba di lokasi. Saat dipertemukan dengan orang tuanya, kata Hadi, korban menangis histeris.


Saat ini kasus dugaan penculikan ini ditangani Reskrim Polsek Asemrowo.


“Kalau melihat kronologis, ini bisa dikategorikan penculikan, ada pelecehan juga apalagi mereka anak di bawah umur. Nanti kita kembangkan kasusnya, menunggu hasil pemeriksaan dari teman-teman penyidik,” pungkasnya.(suarasurabaya.net)

Bagikan:

Komentar