|
Menu Close Menu

Realisasi Kloter Pertama, 17 Siswa Mendapat Bantuan Pendidikan dari G25 Indonesia

Minggu, 19 Juni 2022 | 16.30 WIB

Relawan G25 Indonesia usai mengantarkan belanja seragam sekolah bagi pemetik manfaat di Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan, Jawa Timur. (Dok/Istimewa).


Lensajatim.id, Bangkalan- Memasuki  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022, Yayasan Gerakan Dualima Indonesia atau yang disebut dengan G25 Indonesia merealisasikan bantuan pendidikan bagi siswa dari kalangan keluarga kurang mampu. 


Untuk kloter pertama, sedikitnya ada 17 siswa dan siswi, baik SD, SMP, SMA bahkan juga ada yang TK yang dibantu. Mereka mendapatkan bantuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan, mulai dari alat tulis, seragam, sepatu, tas bahkan bagi yang swasta juga diberikan bantuan biaya pendidikan. 


"Tahun ini Insyaallah berdasarkan yang kita identifikasi, ada kurang lebih 43 siswa dan siswi yang akan dibantu. Hanya saja kita bagi beberapa kloter, dan ini baru yang pertama, kita realisasikan untuk 17 anak," tukas Dasuki Rahmad, Ketua G25 Indonesia saat ditemui disela-sela mengantarkan para pemetik manfaat belanja beberapa kebutuhan sekolah di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan. Minggu, (19/06/2022).



Relawan G25 Indonesia saat mengantarkan belanja seragam sekolah bagi pemetik manfaat di Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan. (Dok/Istimewa).


Mantan Aktivis GMNI ini menceritakan, bila G25 Indonesia merupakan Yayasan Sosial yang programnya adalah pemberdayaan ekonom, lewat bantuan usaha super mikro bagi keluarga kurang mampu. Kemudian juga ada bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, dan bagi calon pemetik manfaat yang di survei, tapi tidak memungkinkan untuk melakukan usaha karena faktor usia dan lainya, tetapi mereka terkategori layak mendapatkan bantuan, maka pihaknya juga memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya. 


" Lewat bantuan pendidikan ini kami berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena tidak mampu biaya, tidak bisa beli seragam, ini yang ingin kita lakukan, dan kita ingin berbuat yang nyata bermanfaat untuk masyarakat," beber Aktivis yang juga fungsionaris KONI Bangkalan ini. 


Anak usia sekolah, lanjut Dasuki, merupakan aset potensial yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan harus dirawat, dijaga. " Sebab mereka ini calon-calon generasi masa depan, dan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang ditentukan oleh meraka-mereka ini. Semoga mereka kelak akan menjadi orang yang hebat dan bermanfaat," harapnya. 



Penyerahan bantuan oleh relawan G25 Indonesia kepada pemetik manfaat. (Dok/Istimewa).


Fathur Rahman, salah satu relawan G25 Indonesia yang juga ikut dalam kegiatan realisasi menambahkan, kalau  bantuan yang diberikan, murni merupakan sumbangan dari para donatur dan pengurus G25 Indonesia sendiri. Donasi tersebut setiap bulannya direalisasikan untuk bantuan pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. " Karena sekarang ini memasuki penerimaan siswa baru, makanya kita fokuskan untuk bantuan pendidikan, Insyaallah sampai dengan juli kita realisasikan secara bertahap," jelas mantan aktivis PMII UINSA Surabaya ini.


Kasih Febriyani (13 tahun), anak yang beralamat Jalan Jokotole Kamal ini, saat ini duduk di bangku kelas 5 SDN Banyuajuh Kamal, dirinya mengaku senang dan tidak menyangka akan mendapatkan bantuan pendidikan dari G25 Indonesia.


Tapita Aryani (33) , Ibu enam ini beralamat di Desa   Tanjung Jati Kamal juga mengaku senang dan bersyukur 3 anaknya yang usia sekolah mendapatkan bantuan pendidikan dari G25 Indonesia. 


" Tiga anak  saya mendapat bantuan berupa alat tulis dan tas, dan ini kami sadah dua kali mendapat bantuan dari G25 Indonesia, terimakasih teman-teman relawan dan donatur G25 Indonesia," jelasnya. 


Dirinya mengaku apa yang diberikan G25 Indonesia sangat bermanfaat begi keluarganya. Apalagi, dirinya hanya seorang ibu rumah tangga yang dalam memenuhi kebutuhan keluarga menggantungkan pada suaminya. 


" Suami saya kerja di pemotongan kapal mas di Kamal mas, pendapatannya juga gak  menentu, sebab kadang ada kerjaannya, kadang tidak, kan nunggu ada kapal," pungkasnya. (Had).


Bagikan:

Komentar