|
Menu Close Menu

Hadiri Seminar Kebangsaan Jong Madura di Jember, Bupati Fauzi Ajak Pemuda Memiliki Jiwa Pemberani

Senin, 19 Juni 2023 | 15.23 WIB

Achmad Fauzi, Bupati Sumenep saat hadir dalam acara Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan Jong Madura di Jember. (Dok/Istimewa).

Lensajatim.id,  Jember –Usung tema 'Pemuda dalam Narasi Kebangsaan', Ikatan Mahasiswa Madura (Jong Madura) Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) menggelar seminar kebangsaan di Cafe Joglo pada Senin (19/06 2023).


Diketahui, Jong Madura merupakan komunitas mahasiswa asal Madura yang kuliah di Jember. Seminar kebangsaan tersebut turut mengundang Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.


Berdasarkan pantauan di lapangan, Bupati Fauzi bertemu dengan para mahasiswa yang kuliah di Jember dan memotivasi mereka sebagai pemuda agar memiliki keberanian. 


Menurutnya, pemuda memiliki kewajiban untuk berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah atau nasional. Di sisi lain, pemuda merupakan generasi emas yang nanti akan meneruskan estafet kepemimpinan.


"Pemuda Madura harus terus memiliki jiwa keberanian (red: pemberani) dalam mengambil sebuah keputusan serta jangan berpikir ditolak atau tidak. Yang penting proses untuk memberikan sumbangsih gerakan sosial terus dijalankan," katanya, Senin (19/06 2023).


Lebih lanjut, Suami Nia Kurnia Fauziyah itu memberikan contoh seperti isu reaktivasi rel kereta api yang kemudian ada yang pro dan kontra tetapi itu hal wajar.


Hal itu justru dijadikan sebagai cambuk semangat baginya yang tujuannya demi kemaslahatan masyarakat Madura pada jalur transportasi.


“Tetap lakukan dan perjuangkan. Kalau saya, tetap dilakukan karena tidak menyalahi aturan. Justru itu adalah sebuah perjuangan untuk masyarakat Madura,” tegasnya.


"Langkah seperti itulah kemudian yang harus dimiliki Mahasiswa Madura agar memiliki kompetitif dan memahami situasi yang ada," sambungnya.


Politikus Partai PDIP itu menambahkan, ketika semua telah diperjuangkan dengan maksimal dan terbukti membawa manfaat kepada masyarakat, Indonesia pada suatu saat akan menjadi negara yang diperhitungkan.


“Kritisi yang kurang baik, berikan solusi yang baik yang tujuannya untuk kemaslahatan, perbaikan dan pembangunan ke depan,” tandasnya. (Zi/Red)

Bagikan:

Komentar