|
Menu Close Menu

Mahasiswa Kewirausahaan UMG Harus Ambil Bagian dalam Peningkatan Sektor Parekraf di Indonesia

Kamis, 06 Juli 2023 | 09.25 WIB

Gus Heri Cahyo Bagus Setiawan, Founder Santripreneur Academy Nusantara saat memberikan Kuliah Ahli di Universitas Muhammadiyah Gresik . (Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, Gresik - Founder Santripreneur Academy Nusantara, Gus Heri Cahyo Bagus Setiawan bilang, sektor industri kreatif dan pariwisata sangat menjanjikan. Data BPS jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2023 mencapai 4,12 juta kunjungan.


“Makanya jangan heran kalau sekarang banyak desa-desa dengan BUMDEsnya yang mandiri ekonominya karena mengembangkan desa wisata. Di Kabupaten Gresik misalnya ada Desa Hendrosari dengan Desa Wisata Lontar Sewu, itu ramai sekali omzetnya? Ratusan juta. Bahkan hari ini mulai merambah dunia pesantren mengembangkan konsep pesantren wisata,” ujarnya Gus Heri dalam mengawali paparan materinya.


Dalam kesempatan itu dia mengajak mahasiswa prodi kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) turut ambil bagian dari pertumbuhan sektor Parekraf di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gresik.


Dia sampaikan itu saat memberikan Kuliah Ahli di Program Studi Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Gresik "Manajemen Kewirausahaan Industri Kreatif dan Pariwisata: Peluang dan Tantangannya di Era Industri 4.0 dan Society 5.0", Rabu (05/07/2023).


Dalam pemaparan materinya yang dihadiri Ibu Vemberi Aulia Rahmi, SE, MM Kepala Prodi S1 Kewirausahaan FEB UMG, Ibu Sekar Arum Ketua Pokdarwis Kabupaten Gresik, Ibu Wenny Wijayanti Region Liability Manager Jatim, Bali Nusa Tenggra PT. Bank Muamalat Indonesia, Aries Kurniawan, SE, M.Hum Dosen Kewirausahaan yang didapuk sebagai pensyarah, dosen dan sekitar 100an peserta mahasiswa tersebut dia menyampaikan bahwa industri kreatif lahir dari orang-orang yang kreatif dan inovatif. Modal ini diyakini dimiliki oleh mahasiswa yang kuliah di prodi kewirausahaan UMG.


"Sektor pariwisata dan industri ekraf di Indonesia makin menunjukkan pertumbuhannya, mulai dari sektor pariwisatanya misalnya pajak daerah dari sektor ini terbilang melejit. Jumlah wisatawan meningkat, hotel dan restoran sangat memiliki keuntungan omzet yang bagus dan tentu saja dampaknya ada di penerimaan pajak. Sedang dibidang Industri dan Ekraf yang semakin menunjukkan geliatnya terus bergerak masuk ke dalam ekosistem digital dan mengedepankan produk kreatif kekinian dengan konten yang dihadirkan dalam bentuk digital peminatnya banyak dari kalangan milenial,” katanya.


Terkait sektor pariwisata dan industri ekraf, pria yang akrab disapa Gus Heri ini mengatakan ada dua hal yang bisa aplikasikan bagi mahasiswa prodi kewirausahaan. Yaitu kreativitas, inovasi dan kecapakan digital yang dipelajari dikelas perkuliahan menjadi sebuah modal untuk berkecimpung menumbuhkan sektor Parekraf di Indonesia khususnya di Kabupaten Gresik.


Masih dalam penjelasan Gus Heri, satu hal yang perlu dipahami bahwa lahirnya industri kreatif diawali dari mereka yang kreatif, berfikir besar, ide dan gagasannya tiktokable-marketable. Dimana  pemikiran ini telah dia tuangkan dalam bukunya yang dibagikan gratis kepada seluruh peserta kuliah ahli yang berjudul 'Manajemen Industri Kreatif'.


"Saya mengistilahkan mahasiswa yang kuliah di prodi kewirausahaan harus mampu berfikir cerdas, ide dan gagasannya berorientasi kreatif inovatif yang tiktokable dan marketable menjadi kunci utama pengembangan sektor Pariwisata dan Industri Kreatif. Pemikiran mengenai hal itu ada dibuku saya ini yang akan diterima semua peserta secara gratis. Tinggal download saja. Lengkap ada di bagian dua. Selamat membaca,” ujarnya sambil menunjuk Bukunya.


Terakhir Sosok Santri Milenial Produsen Kopi Bubuk yang juga merupakan Pengajar di Program Studi Kewirausahaan FEB UMG tersebut mempertegas bahwa mahasiswa harus bangga dan menjadi bagian tumbuhnya sektor pariwisata di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gresik ini. Kampanyekan, promosikan melalui konten-konten kreatif. Dan mahasiswa calon sarjana Bisnis untuk turut dengan berkontribusi membuka lapangan kerja dibidang Industri Kreatif, minimal untuk dirinya sendiri dan memberdayakan masyarakat sekitarnya dalam berwirausaha. “Calon sarjana bisnis yang dikader dibekali ilmu jadi entrepreneur lulus harus bisa membuka lapangan kerja. Termasuk di bidang ekraf atau di sektor pariwisata,” tutupnya. (Fur) 

Bagikan:

Komentar