|
Menu Close Menu

Dukung Lingkungan Sekolah Bersih Narkoba, BNNK Tulungagung Ajak Remaja Ciptakan Ketahanan Diri

Selasa, 05 Maret 2024 | 21.36 WIB

BNNK Kabupaten Tulungagung menggelar Talkshow (Tatap Muka) dengan tema umum Menciptakan Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba untuk Mendukung Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar). (Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, Tulungagung- Remaja sebagai generasi muda penerus bangsa yang akan mewarisi tongkat kepemimpinan nasional, sekaligus sebagai bentuk persiapan menyongsong Generasi Emas 2045 yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.


Merespon hal tersebut, BNN Kabupaten Tulungagung melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menyelenggarakan Informasi dan Edukasi Melalui Talkshow (Tatap Muka) dengan tema umum Menciptakan Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba untuk Mendukung Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar), di Barn Meeting and Convention, Liiur Cafe Tulungagung, Selasa (05/03/2024).


Sesuai tema yang tertera, BNNK melibatkan 30 remaja se Kabupaten Tulungagung, yang pada kesempatan ini diwakili oleh siswa – siswi SMAN 1 Boyolangu. Kegiatan itu dimulai pada pukul 09.00 WIB,  menghadirkan 2 orang narasumber dengan membawa 2 tema berbeda. Mereka adalah Direktur Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung, Ibu Winny Isnaini, S.Si., M.Sos., dan Psikolog dari Biro Psikologi CV Talent Psychologist Malang, Ibu Rr. Nia Paramita Yusuf, M.Si., M.Psi. 


Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Kerja Seksi P2M, Bapak Suroso, S.Sos., M.M. mewakili Kepala BNN Kabupaten Tulungagung. Dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh 2 narasumber disertai dengan diskusi interaktif yang dipimpin langsung oleh Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Tulungagung, Anggoro Ragil Arianto, S.Ikom. 


Narasumber pertama dari Winny Isnaini Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung mengusung tema Peran Aktif Pelajar dalam Upaya Menciptakan Lingkungan Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar). Partisipasi Remaja menjadi highlight pada materi kali ini, demikian pula dengan konsep 2P yang memungkinkan seorang remaja menjadi Pelopor sekaligus Pelapor, yakni dengan mengasah sensitivitasnya terhadap lingkungan sekitar melalui kontribusi positif dan berani menerima tantangan (reaching out).


Ia  juga memaparkan bagaimana cara remaja berperan aktif untuk lingkungannya, mengajak brainstorming mengenai Sekolah Bersinar secara interaktif, serta sedikit menyinggung tentang isu perundungan (bullying) di sekolah yang tengah marak dewasa ini. Sekolah Bersinar sendiri merupakan satuan pendidikan yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat pelaksanaan program P4GN yang dilaksanakan secara massif dan berkelanjutan.


Masih mengenai remaja, pembahasan bersambung pada pemaparan narasumber kedua Rr. Nia Paramita Yusuf Biro Psikologi CV Talent Psychologist Malang dengan tema khusus Aspek Psikologis dalam Menciptakan Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba.


Pertama - tama, peserta dibekali dengan pemahaman kuat tentang remaja, karakteristik berikut tantangan yang dihadapi. Mereka juga diajak untuk memahami diri sendiri melalui analisis SWOT, memahami kelebihan diri (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity) dan hambatan yang dihadapi (threat). Lalu dilanjutkan dengan pemahaman konsep Ketahanan Diri Remaja. Konsep Ketahanan Diri ini merupakan suatu bentuk kemampuan diri individu (remaja) untuk mengendalikan diri, menghindar dari dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba, yang mana dapat diukur dan dibangun melalui tiga dimensi yakni, Regulasi Diri (Self Regulation), Sikap Asertif (Assertiveness), dan Pencapaian Diri (Reaching Out).


Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan dan kegagalan bergantung pada mindset kita. Mindset benar akan mendorong tindakan yang benar sehingga kesuksesan merupakan hasil akhirnya, begitupun sebaliknya. Materi ditutup dengan sesi relaksasi, mengevaluasi dan memotivasi diri melalui format renungan bersama.

Pentingnya konsep Ketahanan Diri Remaja ini juga diperkuat oleh statement Kepala BNNK Tulungagung melalui Ketua Tim Kerja Seksi P2M, Bapak Suroso, S.Sos., M.M. dalam sambutannya. Turunnya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba untuk setahun terakhir pakai di Tahun 2023 sebesar 0,22% menjadi catatan penting yang membuktikan bahwa pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk para generasi muda mulai sadar, peduli dan berdaya dalam memerangi bahaya narkoba. Tren positif ini menunjukkan bahwa mulai tercipta Ketahanan Diri Remaja Anti Narkoba, dimana pada Tahun 2023 lalu menghasilkan angka capaian Indeks Ketahanan  Diri Remaja (Dektari) sebesar 52,70 (Tinggi) pada Skala Nasional, dan 55,59 (Sangat Tinggi) pada lingkup Kabupaten Tulungagung.


Berdasarkan hasil ini pula, acara Informasi dan Edukasi Melalui Talkshow (Tatap Muka) dilaksanakan, dengan tujuan untuk memperkuat komunikasi dengan generasi muda terkait Pengetahuan (Knowledge), Kemampuan (Skill) dan Kemauan atau Kesadaran (Altitude) tentang pentingnya membentuk sikap waspada dan menolak terhadap narkoba. Selain itu, juga untuk memberikan edukasi kepada remaja, guna melakukan tindakan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba. 


Sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Tulungagung, SMAN 1 Boyolangu merupakan salah satu Lingkungan Pendidikan tingkat SLTA yang terpilih dan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara ini, sehingga diharapkan mampu memberikan upaya persuasif mengenai peningkatan ketahanan diri terhadap Teman Sebaya (Peer Group), terhadap Lingkungan Keluarga, Lingkungan Tempat Belajar, serta Lingkungan Masyarakat. Selain itu, diharapkan pula mampu menularkan semangat positif untuk turut serta dalam upaya mewujudkan Tulungagung Bersinar dan Indonesia Bersinar, yang terlebih dahulu dibangun melalui Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba). (Rilis)


Bagikan:

Komentar