|
Menu Close Menu

G25 Indonesia Sumbang Kebutuhan Buka Puasa dan Sahur 150 Lebih Santri Ponpes At-Ta'awun Sabilush Sholihin

Minggu, 17 Maret 2024 | 20.22 WIB

Relawan G25 Indonesia saat menyalurkan bantuan ke Ponpes At-Ta'awun Sabilush Sholihin, Pedeng Socah, Bangkalan. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Bangkalan- Yayasan Gerakan Dualima Indonesia atau yang dikenal dengan G25 Indonesia terus merealisasikan programnya untuk membantu berbagai kalangan yang membutuhkan. Kali ini, tepat Bulan Ramadhan, G25 Indonesia menyalurkan bantuan ke Pondok Pesantren At-Ta'awun Sabilush Sholihin, Pedeng Socah, Bangkalan,Minggu (17/03/2024).


Dasuki Rahmad, Ketua G25 Indonesia Ini menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan untuk takjil, buka puasa dan sahur santri selama 18 hari sebagaimana program pondok tersebut.


" Ini masuk program social charity, jadi kita memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, aneka bumbu dan kebutuhan lainnya yang nominalnya sekitar 3 juta lebih," jelas Dasuki. 



Bantuan itu diberikan setelah melalui proses identifikasi, bahwa santri yang modok disini ada yang dari Bangkalan, kemudian juga luar Bangkalan, ada juga mahasiswa yang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan rata-rata dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu. 



" Makanya kita setelah melalui identifikasi itu, lalu kita rapatkan dan kita putuskan untuk memberikan bantuan," tandasnya. 


Masih kata Dasuki, bahkan beberapa waktu yang lalu, Santri di pondok tersebut juga ada yang mendapat bantuan pendidikan, berupa pemberian alat tulis dan beberapa kebutuhan sekolah lainnya.


" Semoga bantuan ini bermanfaat, dan kelak santri-santri yang dibantu bisa menjadi generasi yang sukses dan bermanfaat juga ada sesama," tambah Ketua PA GMNI Kabupaten Bangkalan ini.


Dasuki juga mengungkapkan, pemberian bantuan dari G25 Indonesia mendapat respon yang positif dari Pengasuh Ponpes Pondok Pesantren At-Ta'awun Sabilush Sholihin, Pedeng Socah, Bangkalan.


Kedatangan relawan G25 Indonesia disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes yaitu KH. Moh. Mansyur, beserta  putranya Ra Ulul Albab. Sedangkan dari G25 Indonesia sendiri ikut sejumlah relawan, termasuk juga ada dari Ikatan Mahasiswa Socah (IKMS). (Had)

Bagikan:

Komentar