|
Menu Close Menu

Panen Pisang Bersama Petani Millenial Lumajang, Khofifah Dorong Ekstensifikasi Lahan Agar Bisa Penuhi Kebutuhan Ekspor

Minggu, 24 Maret 2024 | 15.27 WIB

Khofifah Indar Parawansa saat panen pisang Cavendish di Lumajang. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Surabaya- Ketua Umum IKA Unair sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa melakukan panen pisang cavendish bersama petani millenial di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Sabtu (23/3/2024).


Total ada sebanyak 2 ton pisang cavendish yang dipanen hasil dari pengembangan para petani millenial Lumajang yang dikelola oleh Kelompok Tani Makmur pimpinan Jamaluddin. Ditanam di lahan seluas 1 hektar, pengembangan pisang cavendish ini cukup sukses dengan hasil panen mencapai 8 ton - 20 ton setahun dan berhasil mengungkit ekonomi warga sekitar.


Dalam kesempatan ini, selain ikut melakukan panen simbolis, Khofifah juga turun langsung menempelkan brand merk ‘Javafruit’ pada pengemasan pisang cavendish yang telah dipanen. 


Secara khusus Khofifah menyampaikan apresiasinya para para petani millenial yang getol mengembangkan sektor pertanian, terutama pisang di Kabupaten Lumajang. Pasalnya pisang menjadi komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan karena pasarnya sangat besar. 


“Jatim ini petani millenialnya terbanyak diantara provinsi yang lain di Indonesia. Termasuk sekarang yang kita datangi adalah petani pisang. Maka pertama saya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petani millenial di sini,” kata Khofifah.


Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini menegaskan market pisang sangat menjanjikan terutama jika secara kuantitas bisa tembus ekspor. Karena beberapa negara di Asia banyak yang membutuhkan pisang dalam jumlah besar. Terutama untuk jenis pisang uli dan jenis cavendish. 


Adapun trading house untuk pisang uli yang ada di Lampung dikatakan Khofifah juga belum cukup untuk memenuhi pasar ekspor. Sedangkan Lumajang ini adalah produsen pisang cavendish yang cukup besar. Sehingga ditegaskannya bahwa yang dibutuhkan adalah ekstensifikasi lahan pertanian pisang untuk bisa meningkatkan hasil produksi.


“Marketnya untuk pisang ini luar biasa untuk ekspor. Tapi kita belum bisa memenuhi pasar ekspor. Maka harapannya ada ekstensifikasi lahan penanaman pisang supaya bisa memenuhi kapasitas ekspor. Terutama cavendish dari Lumajang ini,” tegasnya.


“Maka kegiatan panen hari ini  kami harap juga bisa menjadi referensi bagi petani millenial yang lain untuk diluaskan lagi lahannya. Karena potensi ada, marketnya besar,” pungkas mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.


Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Makmur Jamaluddin petani millenial yang mengembangkan pisang cavendish berterima kasih atas atensi yang diberikan oleh Khofifah dengan datang langsung ke lahan pertaniannya. 


Ia mengakui bahwa mengembangkan pisang cavendish ini sangat menguntungkan. Pria berusia 34 tahun ini mengaku tergerak untuk mengembangkan pisang karena melihat potensi tanah subur di kawasan Kabupaten Lumajang dan ditunjang dengan ilmu pertanian yang ia miliki. Selain itu tingkat keberhasilan buah saat panen juga tinggi yaitu mencapai 85 persen. 


“Alhamdulillah Ibu Khofifah berkenan hadir saat kami sedang panen 2 ton pisang hari ini. Menanam pisang cavendish sangat menguntungkan, sekali panen bisa 1,5 sampai 2 ton hasilnya. Dan setahun bisa menghasilkan 8-20 ton,” tegasnya. 


Sejauh ini pihaknya tak hanya menanam tapi juga sampai turun langsung dalam proses distribusi. Pisang cavendish dari Lumajang miliknya biasa dijual di Gresik hingga Sidoarjo. (Red) 

Bagikan:

Komentar