|
Menu Close Menu

Kewirausahaan Ramah Lingkungan, MHI dan EDC Latih Ratusan Pemuda di Bangkalan Mengolah Potensi Lokal Menjadi Produk Unggulan

Selasa, 28 Mei 2024 | 14.45 WIB

Kegiatan MHI di Desa Gangseyan Kecamatan Sepulu Bangkalan. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Bangkalan- Komitmen Muslimah Humanis Indonesia (MHI) bekerja sama Education Development Center (EDC) MGO dari DC Amerika Serikat untuk berkontribusi meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangkalan begitu tinggi. 


Terbukti, selama beberapa  bulan mereka memberikan pendampingan dan pelatihan pada 150 pemuda di 5 titik di Kabupaten Bangkalan. 


Menurut Direktur MHI, Dr. Hj.Mutmainah, M.Si, M.PI, saat ini program tersebut sampai tahap praktik kewirausahaan ramah lingkungan. 


" Jadi di 5 titik ini sudah dilakukan pembinaan dan pemetaan jenis usaha yang akan dibangun atau mengolah menjadi produk unggulan sesuai dengan potensi lokal masing-masing," jelas Mutmainah kepada media, Selasa (28/05/2024).


Dirinya lalu merinci, pertama kegiatan itu  di Lerpak Geger Bangkalan. Disini kegiatannya berupa budidaya dan pengolahan singkong dan pisang , kerajinan agel , pembuatan pupuk organik  dan pestisida juga  budidaya tumbuhan di pekarangan .


Berikutnya di Sobih Burneh Bangkalan, kegiatannya  berupa budidaya ketela di karung dan pekarangan , pengolahan ketela menjadi kripik , pengolahan daging durian menjadi selai,  pembuatan arang sekam dan pupuk organik dari kulit durian.


Kemudian titik ketiga di Ponpes Al-Hidayah Bangkalan, disini para Santriwati  dilatih pengolahan minyak jelantah menjadi lilin dan sabun , ecoprint serta  pengelolaan sampah menjadi bahan-bahan kerajinan.


Titik keempat di Bancaran Bangkalan, disini kegiatannya berupa pengolahan kulit kerang menjadi  bahan kerajinan , pengolahan pupuk organik dari limbah jerami dan ranting-ranting, budidaya tanaman dan sayur di pekarangan. 


Dan yang terakhir di Gangseyan Sepulu Bangkalan, kegiatan disini berupa budidaya rimpang , pengolahan rimpang menjadi bahan ekonomis ( minuman jamu , serbuk jahe instans dll ). Kemudian budidaya bebek organik dan budidaya magot .


" MHI juga berkolaborasi dengan Dinas Pertanian , Dinas Peternakan , Dinas Koperasi & UKM , serta Dinas Industri dan Perdagangan  juga Dinas Pariwisata dalam hal  pemasaran," bebernya.


Mutmainah mengaku kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Bangkalan. Sebab kegiatan tersebut bisa meningkatkan ekonomi lewat potensi lokal yang ada, sehingga nantinya pemuda bisa memiliki daya saing dan mandiri.


" Program ini berkelanjutan,   berbasis BGE ( Blue dan Greend Ekonomi ) . Dan akan ada pendampingan pemuda,  baik dalam Musrembangdes juga pengenalan produk melalui Dinas terkait," pungkasnya. (Had)

Bagikan:

Komentar