|
Menu Close Menu

Ringankan Beban Hidup 3 Lansia di Pamekasan, G25 Indonesia Kembali Salurkan Bantuan Untuk Warga Kecamatan Larangan

Senin, 27 Mei 2024 | 11.49 WIB

Relawan G25 Indonesia Cabang Pamekasan saat menyalurkan bantuan untuk Suhadiyah (71) tahun. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Pamekasan- Yayasan Gerakan Dualima Indonesia atau G25 Indonesia Cabang Pamekasan terus bergerak tanpa lelah menyisir pedesaan, melakukan survei dan menyalurkan bantuan kepada mereka yang kurang beruntung.

Relawan G25 Indonesia Cabang Pamekasan saat menyalurkan bantuan untuk Ariyeh (68). (Dok/Istimewa ). 

Kali ini, dalam satu hari, ada 3 warga Pamekasan yang semuanya lanjut usia (Lansia) mendapat bantuan berupa program Special Social Charity dari G25 Indonesia. Bantuan tersebut diberikan setelah melalui proses survei terlebih dahulu oleh tim relawan. 

Talibin (83) Pemetik Manfaat G25 Indonesia di Pamekasan. (Dok/Istimewa). 

Afifuddin, Ketua G25 Indonesia Cabang Pamekasan menjelaskan ketiga pemetik manfaat itu semuanya warga Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.


" Semuanya sudah Lansia, dan tidak produktif, tidak memungkinkan untuk bekerja. Meski ada dari mereka tetap bekerja demi bisa menyambung hidup," jelas pria yang akrab disapa Afif, Sabtu (26/05/2024).


Afif lalu membeberkan, pemetik manfaat pertama adalah, Talibin (83) tahun. Kondisinya mengalami kebutaan permanen sudah 20 tahun lebih. Kemudian istrinya juga mengalami patah bagian paha, tetapi masih memaksakan bekerja merawat 2 hewan ternak berupa kambing milik orang lain. 


" Beliau memiliki 4 anak, tapi satu meninggal, kemudian yang 3 sudah berkeluarga semua dan tidak ada yang tinggal bersama kedua orangtuanya," cerita Afif. 


Kedua lanjut Afif adalah, Suhadiyah (71) tahun, ia sudah lama ditinggal mati oleh suaminya. Memiliki 4 anak, 1 orang meninggal, 2 orang berkeluarga tidak tinggal bersama, hanya 1 anak yang tinggal bersama dirinya.


Dan yang ketiga adalah Ariyeh (68), Lansia hidup sendiri, karena sudah lama cerai dengan suaminya, untuk kebutuhan sehari-hari ia banyak dibantu oleh warga. 


" Sehari-harinya bekerja menghancurkan bantu (batu campuran coran), ia mencari dan mengumpulkan batu lalu dihancurkan pakek palu. Ketika hasilnya sudah 1 pick up ia jual seharga 200. Tapi untuk bisa dapat segitu harus sampai dua bulan," beber Afif. 


Prihatin atas kondisi tersebut, dan sebagai bentuk kepedulian pada sesama itulah kemudian G25 Indonesia memberikan bantuan kepada mereka. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, kebutuhan mandi dan yang lainnya. 


" Total untuk 3 pemetik manfaat tersebut hampir 3 jutaan yang kita berikan. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan meringankan beban hidup mereka," pungkas Afif. (Had) 

Bagikan:

Komentar