|
Menu Close Menu

Aksi Unjuk Rasa di Pati Berakhir Ricuh, Pengamat Ingatkan Risiko Gejolak Lebih Besar

Rabu, 13 Agustus 2025 | 23.51 WIB

Aksi Demontrasi berujung ricuh di Pati Jawa Tengah. (Dok/Pikiran Rakyat Jabar). 
Lensajatim.id, Surabaya– Aksi unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di depan Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025), berujung kericuhan. Ribuan warga yang tergabung dalam aksi tersebut menuntut pembatalan kebijakan kenaikan PBB hingga 250%.


Bupati Pati, Sudewo, yang hadir untuk menemui massa, disambut dengan lemparan sandal dan botol ke arah mobil taktis polisi yang ditumpanginya. Kondisi memaksa Bupati mundur dari hadapan massa.


Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati sempat menyampaikan permintaan maaf singkat.


“Bismillahirrahmanirrahim. Saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik. Terima kasih,” ujarnya.


Namun, pernyataan tersebut tidak meredakan situasi. Ketegangan meningkat dan aparat kepolisian membubarkan massa menggunakan gas air mata.


Pengamat politik dan intelijen, Paijo Parikesit, menilai insiden ini sebagai tanda adanya penurunan kepercayaan publik terhadap pimpinan daerah.


“Kalau seorang kepala daerah sampai dilempari sandal, itu simbol penolakan total. Lebih baik mundur dengan terhormat daripada terus bertahan tanpa dukungan publik,” ujarnya.


Menurut Paijo, kebijakan yang dinilai membebani masyarakat, seperti kenaikan PBB, berpotensi memicu reaksi keras jika tidak segera dievaluasi. Ia mengingatkan perlunya respons cepat agar situasi tidak berkembang menjadi gejolak yang lebih besar.


Peristiwa ini mendapat perhatian luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan nasional. Hingga berita ini diturunkan, pihak Bupati belum memberikan penjelasan lanjutan. (Had) 

Bagikan:

Komentar