|
Menu Close Menu

Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi, Anggota DPD RI Ning Lia: Jatim Baik-Baik Saja

Jumat, 22 Agustus 2025 | 16.17 WIB

Ning Lia, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Jawa Timur kembali menunjukkan tajinya sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim mencatat, pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada semester I/2025 mencapai 5,23 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,12 persen.


Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman. Inflasi juga berhasil ditekan di angka 2,21 persen, menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.


Menanggapi capaian tersebut, Anggota DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama, memberikan apresiasi. Ia menegaskan, keberhasilan menjaga pertumbuhan bukan hanya hasil kerja pemerintah semata, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat.


“Pertumbuhan ekonomi yang sehat hanya bisa terjaga bila kita bersama-sama menjaga stabilitas. Masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah harus saling menopang agar Jawa Timur tetap menjadi lokomotif ekonomi nasional,” ujar Senator yang akrab disapa Ning Lia, Jumat (22/8/2025). 


Menurutnya, stabilitas bukan sekadar angka dalam laporan ekonomi, melainkan rasa aman, kepercayaan publik, dan semangat gotong royong. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi ajakan demo yang justru bisa mengganggu kondusivitas.


“Surabaya punya sejarah 10 November sebagai tonggak perjuangan. Jangan ada aksi-aksi yang mengusik stabilitas. Jatim baik-baik saja, dan banyak warga sudah merasakan hidup bahagia di tengah capaian ini,” tegas Ning Lia.


Ning Lia juga menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dinilainya berhasil membawa manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kepemimpinan Ibu Khofifah terbukti membawa manfaat nyata. Sudah seharusnya kita terus mendukung beliau agar pembangunan berjalan lebih optimal,” katanya.


Deputi Kepala Bank Indonesia Jatim, M. Noor Nugroho, menilai capaian positif ini juga dipengaruhi oleh iklim politik dan ekonomi yang stabil. Dari sisi fiskal, Pemprov Jatim mengalokasikan Rp1,08 triliun belanja modal pada semester I/2025, termasuk untuk pembangunan pelabuhan, bandara, dan jalan demi memperkuat konektivitas.


Dari sisi keuangan, OJK Jatim mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp66,73 triliun, terbesar kedua secara nasional. Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin 99,95 persen rekening simpanan di Jatim, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.


Dengan tren pertumbuhan yang positif dan stabilitas yang terjaga, Jawa Timur semakin mengukuhkan posisinya sebagai penggerak ekonomi nasional. Tantangan ke depan, kata para pengamat, adalah menjaga ritme pembangunan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas. (Had) 

Bagikan:

Komentar