|
Menu Close Menu

HUT ke-80 RI, FPK Jatim Serukan Persatuan: Tolak Provokasi, Jaga Kedamaian

Minggu, 24 Agustus 2025 | 13.33 WIB

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur dalam acara Gebyar Cangkrukan Merdeka.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya menjaga persatuan dan kedamaian di Bumi Majapahit. Hal ini disampaikan dalam acara Gebyar Cangkrukan Merdeka, rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang digelar di halaman Kantor Bakesbangpol Jawa Timur, Sabtu (23/8/2025).


Sekretaris FPK Jatim, H. Muhammad Alyas, SH, MH, membacakan dua poin sikap organisasi. Pertama, menolak segala bentuk gerakan yang mengatasnamakan masyarakat Jawa Timur untuk mendiskreditkan pemerintah, karena dinilai berpotensi memprovokasi dan memecah belah persatuan. Kedua, mendukung penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk melanjutkan program pembangunan jangka menengah dan panjang demi kesejahteraan rakyat.


Pernyataan sikap itu diserahkan langsung kepada Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM, untuk diteruskan kepada Gubernur Jawa Timur.


Ketua FPK Jawa Timur, R.H. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa FPK adalah wadah silaturahmi 60 suku dan 3 etnis yang ada di Jawa Timur untuk merawat tenun kebangsaan. Melalui Bazar Kuliner Nusantara, pentas seni budaya, Gebyar Cangkrukan Merdeka, hingga lomba busana adat yang melibatkan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), FPK ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan bangsa.


“Kita belajar, bergerak, dan bergembira bersama. Saling mengenal budaya, menghormati nilai, dan meneguhkan persatuan. Itulah makna sesungguhnya dari keberagaman,” ujar Ali Zaini.


FPK juga menegaskan komitmen menjaga dan melestarikan budaya Nusantara, memperkuat toleransi, gotong royong, dan mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “Jawa Timur yang rukun akan melahirkan Jawa Timur yang maju. Karena itu kami mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas pemuda, dan mahasiswa menjaga stabilitas keamanan agar Jawa Timur tetap kondusif, aman, dan produktif,” tambahnya.


Lebih lanjut, FPK menolak segala bentuk aksi provokatif yang menimbulkan keresahan dan perpecahan. Aspirasi masyarakat tetap dihargai, namun harus disampaikan secara bermartabat melalui dialog dan musyawarah, tanpa membuat kegaduhan di tengah publik.


Rangkaian kegiatan Gebyar Cangkrukan Merdeka dirancang penuh keceriaan: kuliner sebagai pintu saling mengenal, seni budaya sebagai bahasa universal pemersatu, dan busana adat sebagai identitas kebhinekaan. FPK menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI–Polri, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, dunia usaha, AMN, serta para relawan yang telah mendukung suksesnya acara.


Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Mari terus merawat persatuan, memperkuat toleransi, dan bersama mengakselerasi kemajuan Jawa Timur. (Sid/Had) 

Bagikan:

Komentar