![]() |
| Safitri Eria Farhani, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Sidoarjo.(Dok/Istimewa). |
“Pejabat merayakan dengan anggaran negara, sementara rakyat harus iuran bersama. Ini potret nyata bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya berpihak pada keadilan sosial,” tegas Safitri.
Menurutnya, makna kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai dengan pengibaran bendera atau pesta rakyat tahunan. Kemerdekaan seharusnya tercermin dalam terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, pemerataan kesejahteraan, hingga keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
“Kemerdekaan harus dirasakan dalam harga kebutuhan pokok yang terjangkau, akses pendidikan yang merata, dan pelayanan kesehatan yang memadai. Jika rakyat masih harus patungan untuk merayakan hari yang seharusnya milik bersama, maka kita perlu bertanya: kemerdekaan ini untuk siapa?” ujarnya.
Lebih jauh, KOPRI PC PMII Sidoarjo menyerukan agar para pemangku kebijakan tidak berhenti pada simbol dan seremoni belaka. Safitri menekankan pentingnya kebijakan nyata yang benar-benar membebaskan rakyat dari beban ekonomi dan ketidakadilan sosial.
“Merdeka bukan hanya tentang lepas dari penjajah, tapi juga lepas dari ketimpangan dan ketidakadilan,” pungkasnya. (Had)


Komentar