![]() |
| H.Mohammad Supriyadi, Ketua Umum IKAWIGA. (Dok/Istimewa). |
“Ngopi senja bukan sekadar rutinitas, ia adalah ruang hening di antara riuh kesibukan Jakarta,” ucap pria yang akrab disapa Supriyadi, membuka percakapan dengan nada tenang dan tatapan dalam, Senin (04/08/2025).
Baginya, secangkir kopi bukan hanya tentang kafein atau rasa pahit yang khas, tapi tentang ruang kontemplasi, tempat di mana pikiran bebas melintasi batas logika bisnis dan menyentuh sisi terdalam manusia: perasaan.
"Di sela rapat dan target yang terus bergulir, secangkir kopi menjadi pengingat bahwa bahkan dalam dunia yang keras, kita tetap butuh momen lembut untuk meresapi perjalanan," tuturnya sambil memutar sendok kecil di dalam cangkir kopinya.
Lelaki asal Pamekasan, Madura, yang juga dipercaya memimpin Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Timur ini, menuturkan bahwa dalam ngopi senja ia belajar tentang waktu dan ketekunan.
“Kita belajar dari kekurangan bulan lalu, bukan untuk menyesali, tapi agar langkah ke depan terasa lebih bermakna. Seperti kopi yang butuh waktu agar pahitnya menjadi nikmat,” tambahnya, tersenyum tipis seolah sedang mengingat perjalanan yang sudah dilewati.
Di balik setiap rencana besar yang ia susun, selalu ada sentuhan rasa. Rasa yang menurutnya tak bisa dihitung dengan angka, tapi bisa dirasakan dengan hati.
“Ada romantika dalam setiap rencana yang disusun di bawah cahaya senja. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita tahu, keberhasilan juga butuh rasa: rasa syukur, rasa percaya, dan rasa cinta pada proses yang kita jalani,” ungkap Supriyadi dengan lirih, namun penuh keyakinan.
Bagi Supriyadi, ritual ngopi senja bukan tentang melarikan diri dari tekanan, melainkan cara untuk berdamai dengan diri sendiri. Menyaring makna di antara hiruk-pikuk, dan menyuburkan harapan untuk hari esok.
“Maka biarlah ngopi ini jadi ritual, bukan hanya untuk menguatkan pikiran, tapi juga menyuburkan harajug,” pungkasnya, menyebut istilah Madura yang berarti ‘semangat hidup’.
Dalam setiap tegukan kopi sore, Supriyadi menenun harapan, membingkai strategi, dan menjaga warisan nilai untuk dirinya, untuk alumni IKAWIGA, dan untuk Indonesia. (Had)


Komentar