![]() |
| Ning Dini, Anggota Komisi VIII DPR RI saat acara di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna ini menjadi bagian dari agenda reses Dini untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait isu keagamaan dan sosial. Dalam sambutannya, Dini menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama (Kemenag), khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, atas dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Sebagai anggota Komisi VIII yang membidangi urusan agama dan sosial, saya menekankan bahwa wajah peradaban bangsa sangat ditentukan oleh seberapa baik kehidupan beragama dikelola. Mulai dari pelayanan KUA, pembinaan majelis taklim, pemeliharaan rumah ibadah, hingga fasilitasi ormas keagamaan,” jelas Dini.
Legislator Partai NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Pasuruan–Probolinggo) itu menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat untuk menciptakan harmoni sosial. Ia menyebut, Partai NasDem sejak awal menaruh perhatian besar terhadap peran strategis agama dalam membentuk nilai-nilai moral kebangsaan.
“Kehadiran kader-kader NasDem bukan sekadar menjalankan struktur partai, tetapi menjadi agen perubahan sekaligus penjaga nilai. Kami ingin memastikan bahwa nilai kebangsaan dan keagamaan berjalan beriringan,” tegasnya.
Lebih jauh, Dini berharap kegiatan ini menjadi forum saling mendengar, di mana masyarakat menyampaikan aspirasi dan pemerintah memberi penjelasan arah kebijakan.
“Aspirasi yang muncul hari ini akan saya kawal secara serius dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPR. Ini bentuk komitmen saya sebagai wakil rakyat,” ucapnya.
Acara turut dihadiri jajaran Kemenag, termasuk Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Ahmad Sruji Bakhtiar, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, serta sejumlah tokoh ormas dan tokoh masyarakat.
Mengakhiri kegiatan, Dini mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ladang perjuangan bersama demi memperkuat kehidupan beragama yang damai dan bermartabat.
“Mari kita jaga harmoni sosial dan perkuat kehadiran negara dalam kehidupan beragama yang inklusif, rukun, dan saling menghargai,” tutupnya. (Jib/Had)


Komentar