![]() |
| Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Ning Lia saat hadir dalam peresmian RPH Unggas di Lakarsantri.(Dok/Istimewa). |
Dalam kesempatan itu, Eri menegaskan bahwa RPHU Jeruk dilengkapi dengan peralatan modern, serta segera diajukan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Sertifikat Halal. Langkah ini diambil untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar nasional.
“Setelah diresmikan, Pemkot bersama PT RPH Perseroda akan langsung mengurus sertifikasi agar kualitas dan keamanan produk benar-benar terjamin,” ujar Eri.
Peresmian ini juga dihadiri oleh Direktur Utama PT RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, serta Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Ning Lia Istifhama. Kehadiran Ning Lia menambah bobot acara dengan sorotan penting pada aspek perdagangan internasional.
Menurut Ning Lia, keberadaan RPHU bukan hanya soal ketahanan pangan lokal, melainkan juga peluang untuk memperluas pasar ekspor, khususnya melalui kesepakatan dagang EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).
“EU CEPA adalah pintu masuk besar bagi produk Indonesia ke Eropa. Namun, pemerintah harus hadir dalam bentuk prudential trade, agar pelaku usaha tidak terjebak risiko penipuan dan tetap terlindungi,” tegas Ning Lia.
Ia juga mengapresiasi capaian positif Jawa Timur dalam sektor peternakan. Berdasarkan data BPS 2023–2024, produksi daging unggas di Jawa Timur meningkat signifikan hingga 768.232 kg. Bahkan Kota Surabaya sendiri mencatat kenaikan produksi daging unggas ayam petelur sebesar 6.994 kg, disusul peningkatan pada daging itik dan ayam kampung.
“Data ini menunjukkan Jawa Timur tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan, tetapi juga punya peluang besar memperkuat daya saing ekspor,” tambahnya.
Lebih jauh, Ning Lia menekankan pentingnya strategi prudential trade yang mencakup diversifikasi pasar, perlindungan investasi, manajemen risiko kurs, hingga pengawasan praktik perdagangan curang.
“Negara harus hadir dengan regulasi yang jelas dan kemitraan yang kuat bersama sektor swasta. Dengan begitu, pelaku usaha bisa fokus meningkatkan kualitas produk tanpa dihantui ketidakpastian,” paparnya.
Ning Lia menegaskan, peresmian RPHU Surabaya menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi peluang ekspor Jawa Timur melalui EU CEPA.
“Dengan dukungan infrastruktur modern seperti RPHU dan kebijakan perdagangan yang sehat, Jawa Timur berpotensi menjadi motor ekspor pangan unggulan Indonesia ke pasar global,” pungkasnya. (Had)


Komentar