|
Menu Close Menu

Wamen Fahri Hamzah Gugah Semangat Mahasiswa UI: Wujudkan Rumah Layak, Bangun Masa Depan Bangsa

Kamis, 14 Agustus 2025 | 11.34 WIB

Wamen PKP, Fahri Hamzah saat memberikan kuliah umum pada acara penyambutan mahasiswa baru Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI).(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Depok – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan perumahan di Indonesia. Pesan itu ia sampaikan saat memberikan kuliah umum pada acara penyambutan mahasiswa baru Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Rabu (13/8/2025).


Dalam paparannya, Fahri membeberkan data terkini yang menunjukkan tantangan besar di sektor kesejahteraan dan hunian. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan World Bank, terdapat sekitar 1 juta keluarga hidup dalam kemiskinan ekstrem, 10 juta keluarga tergolong miskin, dan jutaan lainnya berada di kategori rawan miskin.


“Kita juga menghadapi kebutuhan hunian yang sangat besar. Ada 20 juta keluarga ingin merenovasi rumah, 10 juta keluarga belum memiliki rumah, dan 6 juta keluarga tinggal di hunian yang tidak layak,” ungkapnya.


Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi tiga juta rumah per tahun yang dapat menampung hingga 10 juta jiwa. Langkah strategis yang ditempuh meliputi renovasi dua juta rumah, revitalisasi kawasan pesisir dan tepian sungai, serta pembangunan perumahan dekat pusat kerja.


Fahri menegaskan, mahasiswa, terutama di bidang vokasi, memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi dan solusi, termasuk lewat kewirausahaan di sektor perumahan. Ia juga mengingatkan bahwa meski perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan akan mengubah banyak jenis pekerjaan, nilai kemanusiaan tetap menjadi kunci keberhasilan pembangunan.


“Mahasiswa harus menjaga kepedulian, tidak egois, dan mengutamakan kepentingan bangsa. Selama pejuang jaket kuning berdiri, Republik ini akan bertahan dan menjadi kuat. Mari kita bekerja sama, belajar, bekerja, dan berdoa demi masa depan bersama,” ujar Fahri, menutup kuliah umumnya dengan penuh semangat.


Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru UI untuk menanamkan rasa tanggung jawab sosial sejak dini, bukan hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang siap membangun masa depan bangsa. (Hms) 

Bagikan:

Komentar