|
Menu Close Menu

Wamen PKP Fahri Hamzah: Krakatau Steel Bisa Jadi Garda Depan Swasembada Papan Nasional

Senin, 04 Agustus 2025 | 14.07 WIB

Fahri Hamzah, Wamen PKP saat meninjau kawasan industri  di Cilegon, Banten.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Cilegon – Di tengah geliat industri baja Indonesia, nama Krakatau Steel kembali mendapat sorotan strategis. Kali ini datang dari Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, yang menyebut perusahaan pelat merah ini sebagai jantung pembangunan rumah rakyat. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Cilegon, Banten, Jumat (1/8/2025).


Dalam kunjungannya, Wamen Fahri meninjau langsung rumah contoh berbahan baja ringan hasil produksi Krakatau Steel. Kehadiran rumah baja ini, menurutnya, bukan sekadar inovasi industri, tetapi kunci penting dalam mendorong swasembada papan nasional.


“Krakatau Steel bukan hanya produsen baja, tapi fondasi dari seluruh ekosistem pembangunan perumahan rakyat. Kalau KS mau fokus mendukung program 3 juta rumah per tahun — di desa, pesisir, dan perkotaan — maka tak mustahil Krakatau Steel jadi BUMN paling kuat di Indonesia,” tegas Fahri.


Ia pun memaparkan tiga skema besar pemerintah yang membuka ruang kolaborasi langsung dengan Krakatau Steel:


1. Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH


Dengan alokasi anggaran tahunan sebesar Rp43,6 triliun, pemerintah menargetkan renovasi 2 juta rumah. Setiap rumah akan mendapat subsidi bahan bangunan senilai Rp17,5 juta, yang menurut Fahri, bisa dijadikan peluang bagi KS sebagai pusat distribusi bahan bangunan ramah lingkungan dan tahan bencana.


“Masyarakat harus bisa datang ke Krakatau Steel dan melihat langsung contoh kerangka baja ringan, dinding tahan gempa, hingga sanitasi sehat,” ujarnya.


2. Pengembangan Kawasan Pesisir dan Perdesaan


Dengan skema alokasi Rp20–22 miliar per kawasan, proyek ini menekankan pembangunan infrastruktur dasar seperti IPAL kolektif, air bersih, dan rumah berbasis kearifan lokal.


“Rumah pesisir bukan rumah beton, tapi rumah panggung yang tahan air dan iklim. Kita bisa belajar dari arsitektur Bugis. Krakatau Steel harus bisa wujudkan rumah panggung baja yang modern dan kuat,” tambah Fahri.


3. Pembangunan Hunian Vertikal di Perkotaan


Dengan fokus mengurangi kawasan kumuh, program ini menuntut inovasi dalam water treatment system, sanitasi modern, serta pembangunan rumah cepat, kokoh, dan murah.


“Jika Krakatau Steel bisa ciptakan sistem pengolahan air murah berkualitas, kontribusinya akan lebih dari sekadar produsen baja, bisa jadi penyelamat sanitasi nasional,” ujar Wamen PKP itu.


Lebih lanjut, Fahri menyebut kolaborasi lintas kementerian sangat memungkinkan, termasuk dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menganggarkan Rp22 triliun untuk 1.000 kawasan pesisir.


“KKP bisa jadi mitra strategis. Rumah apung, rumah panggung, tangguh iklim, semua bisa disuplai Krakatau Steel. Potensinya sangat besar,” tegas Fahri sembari mengusulkan agar KS segera membangun showcase nasional rumah rakyat berbasis baja.


Menanggapi ajakan Wamen Fahri, Hernowo, Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel, menyatakan komitmennya.


“Kami sudah meriset dan bahkan mengimplementasikan rumah apung di Morangke dan hunian empat lantai di IKN. Ini bukan wacana, tapi langkah konkret,” ujar Hernowo.


Ia juga mengungkap bahwa KS tengah mengembangkan teknologi rumah cor cetak satu hari jadi dan memanfaatkan fasilitas laser cutting berpresisi tinggi guna menunjang pembangunan rumah yang kuat, cepat, dan terstandar.


“Kuncinya ada di efisiensi skala produksi dan penguatan teknologi. Kami siap menjadi mitra utama pemerintah dalam mewujudkan swasembada papan nasional,” pungkasnya.


Dengan visi besar, dukungan pemerintah, dan kesiapan teknologi Krakatau Steel, mimpi menghadirkan rumah sehat, cepat, dan terjangkau bagi rakyat Indonesia tampaknya semakin dekat untuk diwujudkan. (Had/Rls) 


Bagikan:

Komentar