![]() |
| Konsolidasi Kelompok Cipayung Plus Jawa Timur di Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jatim, Mohammad Ivan Akiedozawa, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra kritis pemerintah.
“Kami tidak anti pemerintah, namun kami akan berdiri di garis rakyat. Jika kebijakan menyimpang dari kepentingan masyarakat, kami akan menegurnya,” tegasnya.
Senada, Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, mengingatkan bahwa momentum ini harus menjadi pelajaran bersama agar semua pihak tidak mengedepankan arogansi atau tindakan anarkis.
“Kami turut berduka atas jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Cipayung Plus Jatim menolak segala bentuk arogansi dan tindakan yang berpotensi memecah belah. Persatuan adalah kunci menjaga Indonesia tetap damai,” ujarnya.
Ketua BADKO HMI Jatim, Yusfan Firdaus, menyoroti kerusuhan di sejumlah daerah yang merusak fasilitas publik, termasuk Gedung Negara Grahadi Surabaya.
“Gedung Grahadi adalah cagar budaya sekaligus simbol sejarah rakyat Jawa Timur. Kerusakan ini harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang. Jatim harus menjadi simbol ketenteraman dan keamanan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IMM Jatim, Devi Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang beredar.
“Jangan mudah terprovokasi. Telaah setiap isu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan konflik baru,” pesannya.
Sebagai bentuk kepedulian, Cipayung Plus Jatim juga mengajak masyarakat untuk menggelar doa bersama demi keselamatan, persatuan, dan kemaslahatan bangsa.
Dalam pernyataannya, Cipayung Plus Jatim merumuskan Dasa Prakatana, sepuluh butir sikap yang mencakup: belasungkawa kepada korban demonstrasi, penolakan terhadap arogansi dan anarkisme, desakan pencopotan menteri yang kebijakannya tidak pro-rakyat, serta ajakan menjaga harmoni melalui refleksi dan doa.
Kelompok Cipayung Plus Jatim yang terdiri dari GMNI, PMII, HMI, IMM, KMHDI, KAMMI, GMKI, PMKRI, SEMMI, dan HIMA PERSIS ini menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang dialog lintas organisasi mahasiswa, menjaga persatuan, serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah dinamika nasional. (Had)


Komentar