|
Menu Close Menu

HAORNAS 2025 di UNESA: Olahraga Jadi Lifestyle, Generasi Muda Siap Songsong Indonesia Emas 2045

Jumat, 26 September 2025 | 12.57 WIB

Firman Syah Ali, Ketua KONU saat hadir dalam acara HAORNAS di Lapangan Kampus Unesa, Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Gebyar Puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2025 sukses digelar di lapangan depan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jumat (26/9/2025). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan UNESA.


Dalam sambutannya, Rektor UNESA Nurhasan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai bangsa Indonesia sering kali mudah berkumpul, tetapi sulit menjaga fokus dan kerjasama. “Kelemahan bangsa kita adalah sulit untuk fokus dan kolaborasi. Sering ngopi bersama, tapi sulit bekerjasama. Kolaborasi UNESA dengan Pemprov Jatim ini bukti kerjasama yang solid,” ujarnya.


Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dihadiri sekitar 15 ribu peserta. Sebanyak 10 ribu peserta mengikuti secara daring, sementara 5 ribu hadir langsung di halaman depan Rektorat UNESA.


Ketua Konfederasi Olahraga NU (KONU), Firman Syah Ali atau Gus Firman, yang turut hadir mendampingi Ketua KONI Jatim, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran kegiatan. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, terkendali, dan sukses. Patut kita syukuri, sekarang masyarakat terutama generasi muda sudah gemar berolahraga, bahkan menjadikannya sebagai lifestyle,” ungkapnya.


Menurut Gus Firman, olahraga yang sudah menjadi gaya hidup memberi dampak positif. Anak muda hingga orang tua merasa bangga berolahraga, bahkan rela membeli kostum hingga memilih lokasi olahraga terbaik untuk dipamerkan di media sosial. “Olahraga sudah menjadi tren keren,” tambah pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jatim itu.


Lebih jauh, ia menjelaskan pentingnya memasyarakatkan olahraga sebagai upaya melawan ancaman penyakit degeneratif. Mengutip pemikiran Yuval Noah Harari dalam bukunya Homo Deus, Gus Firman menyebut bahwa jika dulu manusia banyak meninggal karena kelaparan, kini justru lebih banyak meninggal akibat kekenyangan.


“Jika manusia tidak ingin punah akibat penyakit degeneratif, maka olahraga harus menjadi budaya. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan seperti yang digelar UNESA bersama Pemprov Jatim ini,” pungkas Ketua Pengurus Provinsi Indonesia Karate Do (Pengprov INKADO) Jatim tersebut. (Had) 

Bagikan:

Komentar