|
Menu Close Menu

PCNU Jombang Serukan Presiden dan DPR Batalkan Kebijakan yang Membebani Rakyat

Senin, 01 September 2025 | 11.17 WIB

Gus Fahmi, Ketua PCNU Kabupaten Jombang.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jombang– Memanasnya situasi nasional dalam beberapa hari terakhir, yang ditandai maraknya aksi demonstrasi hingga berujung anarkis, membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang angkat bicara.


Ketua PCNU Jombang, Gus Fahmi Amrullah Hadziq atau yang akrab disapa Gus Fahmi mengeluarkan seruan kepada pemerintah, DPR, aparat, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama meredakan ketegangan serta mengutamakan kepentingan bangsa.


Dalam pernyataannya, Gus Fahmi meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas dengan mencabut dan membatalkan kebijakan yang memberatkan rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik.


"Kami memohon kepada Presiden untuk menenangkan rakyat dengan menginstruksikan seluruh pembuat kebijakan, baik di pusat maupun daerah, agar mencabut aturan-aturan yang memperberat beban rakyat," tegas Gus Fahmi, lewat pernyataannya dalam video yang diterima redaksi, Senin (01/09/2025). 


Tidak hanya kepada Presiden, PCNU Jombang juga menyoroti DPR RI. Mereka meminta para wakil rakyat meminta maaf secara terbuka kepada rakyat serta membatalkan kenaikan gaji dan tunjangan yang dinilai menjadi pemicu keresahan.


"Kami mengimbau para wakil rakyat agar menjaga ucapan, tidak merendahkan dan menyakiti hati rakyat. Ingat, kedaulatan tertinggi bangsa ada di tangan rakyat, bukan wakilnya," tambahnya.


Selain itu, PCNU Jombang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun serta tertib. Tindakan perusakan, penjarahan, dan pembakaran dikecam keras karena mencederai demokrasi.


Kepada aparat keamanan, Gus Fahmi menekankan pentingnya membedakan antara aksi damai dan tindakan kriminal. "TNI-Polri harus mengawal aksi damai dengan penuh perlindungan, karena mereka adalah sahabat rakyat, bukan musuh rakyat," ujarnya.


Seruan terakhir ditujukan kepada warga NU dan seluruh masyarakat Indonesia agar memperbanyak doa dan istighosah, memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa ini segera terbebas dari krisis.


"Dari Jombang, kami berdoa agar Indonesia diberi keselamatan dan keberkahan," tutup Gus Fahmi. (Had) 

Bagikan:

Komentar